LANGIT7.ID-, Aceh -
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem sepertinya sudah tidak lagi berharap akan ditetapkannya status bencana nasional terhadap
Aceh maupun dua provinsi lainnya, yakni Sumatera Barat dan Sumatera Utara yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Hal itu tersirat saat
Mualem menjawab pertanyaan Najwa Shihab dalam sesi wawancara. Kini video wawancara tersebut menjadi viral di media sosial.
"Soal status bencana yang bukan status bencana nasional apakah itu menyulitkan Mualem sebagai gubernur, menangani bencana ini?," tanya Najwa Shihab.
Baca juga: Gubernur Aceh Tegaskan Bantuan dari Luar Negeri Sah-sah Saja: Mereka Mau Bantu Masak Kita PersulitPertanyaan itupun disambut Mualem dengan tawa kecil di awal, dan beerapa detik kemudian diikuti dengan tangis isak. Cukup lama Ia menangis seakan-akan ingin meluapkan emosi yang tertahan. Hingga Ia pun melontarkan maaf karena responsnya tersebut, sesaat setelah akhirnya berusaha menahan tangis. "Maaf," ujar Mualem.
"Saya banyak kawan-kawan dari Sumatera, mereka bantu Aceh," ungkapnya.
"Kita hanya berserah diri pada Allah. Apa yang ada kita terima, kita usaha," lanjutnya.
Baca juga: Peringatan Keras Gubernur Aceh ke Pedagang yang Naikkan Harga Sembako, Bakal Ditindak HukumSeakan ingin mengingatkan siapa saja yang menyaksikan wawancara tersebut, Mualem mengatakan bahwa sebagai manusia baiknya tidak bergantung pada manusia karena hanya akan menimbulkan kecewa.
"Tapi kalau kita bergantung kepada Allah, kita terima semua apa adaanya, mereka akan terima semua adanya. Kita kufur dan kita ingkar tunggulah azab daripaad Allah yang lebih pedih lagi," imbuhnya.
Lebih lanjut Mualem menegaskan bahwa saat ini ia fokus untuk berusaha membantu warganya yang terdampak bencana. "Saya hanya berusaha dan berdoa," tegasnya.
Seperti diketahui hingga kini bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera berstatus bencana daerah, bukan bencana nasional. Meskipun desakan dari berbagai pihak muncul meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional.
Desakan tersebut bukan tanpa alasan melainkan berbagai pertimbangan seperti jumlah korban meninggal yang menurut data BNPB mencapai 969 jiwa, hilang 262 jiwa, dan terluka sebanyak 5.000 jiwa. Total dari tiga provinsi, ada 52 kabupaten terdampak, dan ratusan fasilitas umum rusak serta jalan maupun akses masuk dan keluar terputus.
Aceh Terima Bantuan InternasionalMualem menyatakan telah menerima bantuan dari luar negeri dan dengan tegas ia menyatakan hal tersebut sah-sah saja dan tidak ada larangan, demi penanganan pascabencana di Aceh.
"Lagipula masih banyak kebutuhan mendesak yang diperlukan para korban banjir dan longsor di Aceh," katanya, mengutip dari akun resmi Gubernur Mualem,
@muzakirmanaf1964.
Ia memberi contoh mengenai bantuan dari Malaysia yakni dari kenalan Gubernur berupa bantuan obat-obatan. Semuanya kini telah disalurkan untuk membantu warga korban terdampak banjir dan longsor di Aceh.
"Tersalurkan semuanya bahkan tidak cukup, dan mereka bahkan dalam beberapa hari ini, hari Rabu akan datang membawa obat sebanyak 3 ton lagi, bersamaan dengan dokter," katanya.
Baca juga: 4 Kampung Hilang dalam Semalam, Gubernur Aceh Menangis: Seperti Tsunami Kedua
(lsi)