Langit7, Banten - Transformasi digital yang terus mengalami perkembangan pesat, perlu dimanfaatkan oleh banyak pihak. Tidak terlepas bagi para masyarakat yang bahkan tinggal di pelosok tanah air.
Pasalnya, digitalisasi dalam sektor ekonomi kian dimanfaatkan untuk transaksi jual-beli secara daring. Apalagi, sektor usaha rakyat juga terbukti mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 dengan adanya digitalisasi.
Baca juga: Cinta Sejati Rasulullah pada Khadijah, Cinta yang Tumbuh dalam PerjuanganHal itu membuat Penyuluh Agama bukan PNS asal Banten, Ano Suharna, berupaya untuk meningkatkan digitalisasindi wilayahnya, Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang, Banten.
Di Kota Sejuta Santri, Seribu Ulama, Pandeglang, inilah Ano mengabdikan dirinya untuk ummat. Selain memberikan penyuluhan agama, Ano diketahui kerap kali membantu masyarakat setempat dalam pengembangan kampung digital, agar melek teknologi.
"Produk-produk lokal dijual dengan manajemen marketing lewat online," kata Kasubbag TU Kankemenag Pandeglang, Asep Mulyadi dikutip dari keterangan resminya.
Baca juga: Ali bin Abi Thalib, Sahabat yang Dikenal KecerdasannyaLewat kampung ekonomi digital ini, Ano berupaya membantu masyarakat, sebagai pelaku usaha untuk membantu memasarkan produk mereka secara daring. Di antaranya emping melinjo, jahe merah, jagung, talas beneng (daunnya jadi tembakau, dan obat), dan lainnya.
"Kami bangga kepada Ano Suharna, selaku penyuluh Non PNS, di tengah pandemi Covid-19, masih bisa mengembangkan kampung ekonomi digital, di Kecamatan Mandalawangi, Banten," tambah Asep.
Baca juga: Maysam Yahya Mohamed: Hafidzah Termuda di UEA, Hafal 30 Juz di Usia 6 TahunAsep berharap, inovasi Ano Suharna dapat menjadi gerakan nasional yang mampu mengangkat ekonomi masyarakat, terutama di tengah Pandemi Covid-19.
(zul)