LANGIT7.ID-Jakarta; Tumpukan material vulkanik berupa batu besar, potongan kayu, dan lumpur pekat kini menjadi ancaman utama bagi warga Jorong Pasa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Sisa material ini menyelimuti permukiman dan jalanan pasca diterjang air bah pada Kamis (25/12/2025). Curah hujan ekstrem yang mengguyur sejak pagi memicu luapan air sungai yang membawa serta puing-puing berbahaya tersebut hingga masuk ke rumah warga.
Dokumentasi visual yang beredar, termasuk laporan dari akun @info_agam, merekam detik-detik mencekam saat arus deras menghantam kawasan Muaro Pisang pada siang hari. Kepanikan tak terhindarkan ketika debit air meningkat drastis, memaksa penduduk setempat berlarian mencari tempat aman. Akses transportasi utama sempat lumpuh total akibat tertutup aliran air yang deras.
Kendati akses jalan dilaporkan mulai terbuka untuk kendaraan roda dua dan empat sekitar pukul 18.10 WIB, kondisi lapangan masih jauh dari aman. Pengendara diimbau ekstra hati-hati terhadap jalanan licin dan bongkahan batu yang berserakan, terutama saat malam hari. Situasi di lokasi digambarkan secara jelas oleh warga dalam unggahan @pdg24jam:
“Dua kali diterjang galodo. Sungai penuh sama batu, lumpur di Maninjau.”
Agam Jadi Wilayah Paling MematikanInsiden ini menambah catatan kelam bencana di wilayah tersebut. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 25 Desember 2025 menempatkan Kabupaten Agam sebagai zona dengan dampak terparah di Sumatera Barat. Dari total 261 korban meninggal di provinsi ini, sebanyak 163 jiwa berasal dari Agam. Wilayah ini juga mencatatkan 38 orang hilang dari total 72 orang yang masih dalam pencarian di Sumbar.
Secara akumulatif di Pulau Sumatera sejak akhir November 2025, bencana hidrometeorologi telah merenggut 1.135 nyawa, dengan sebaran terbanyak lainnya di Aceh (503 jiwa) dan Sumatera Utara (371 jiwa). Mengingat 173 orang masih dinyatakan hilang secara keseluruhan, pemerintah daerah mendesak warga di zona merah longsor dan bantaran sungai untuk mempertahankan tingkat kewaspadaan tertinggi.
(lam)