Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Terseret Kisruh Dana Syariah Indonesia, Dude Harlino Mengaku Tak Tega Baca Pesan Para Korban

tim langit 7 Ahad, 28 Desember 2025 - 11:56 WIB
Terseret Kisruh Dana Syariah Indonesia, Dude Harlino Mengaku Tak Tega Baca Pesan Para Korban

LANGIT7.ID-Jakarta; Aktor Dude Harlino kini berada di posisi sulit. Di tengah kemelut gagal bayar yang mengguncang PT Dana Syariah Indonesia (DSI), namanya ikut terseret arus kekecewaan publik. Sebagai wajah promosi perusahaan, media sosial Dude menjadi sasaran utama ribuan nasabah yang menuntut kejelasan nasib dana mereka.

Dude mengungkapkan bahwa setiap hari ia menerima pesan langsung (DM) berisi keluhan dari para korban. Ia mengaku batinnya tertekan saat membaca satu per satu pesan yang masuk, apalagi ia awalnya tidak menyangka masalah ini akan meledak hingga skala yang begitu besar.

“Saya merasa punya tanggung jawab moral yang mana banyak dari DM yang masuk ke saya itu menyampaikan keluh kesah mereka yang hati saya ini enggak enggak enggak tega sebenarnya,” ungkap Dude dalam tayangan YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, dikutip Minggu (28/12/2025).

Kendati simpati mendalam ia rasakan, Dude menarik garis tegas mengenai kapasitasnya. Ia mengklarifikasi bahwa perannya di DSI murni sebatas brand ambassador dan sama sekali tidak memegang kendali atas kebijakan maupun dapur pacu perusahaan.

“Jadi saya keterlibatan di dana syariah itu hanya sebagai brand ambassador. Tidak ada kaitan dengan internal perusahaan, tidak ada kaitan dengan operasional, dengan semua sistem yang di dalam itu,” tegasnya.

Terkait alasannya bersedia mempromosikan DSI di masa lalu, Dude menyebut faktor legalitas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikantongi sejak 2021 dan prinsip ekonomi Islam menjadi pertimbangan utama. Selain itu, ia sempat diyakinkan oleh manajemen mengenai keamanan dana melalui skema agunan aset properti yang bisa diuangkan jika terjadi kredit macet.

“Saya sempat bertanya, kalau terjadi macet misalnya pengembalian dana dan sebagainya? 'Oh kita ada agunan dan aset yang itu bisa dijadikan agunan untuk bisa dijual'. Kan ada asetnya sebenarnya, ada fisiknya. Itu yang membuat saya dan mungkin juga banyak orang-orang yang terlibat di situ ya yang menempatkan dananya ini kemudian yakin bahwa inilah tempat yang safe untuk kita bisa mendapatkan imbal hasil oke setiap bulan,” urai Dude.

Pemicu Gagal Bayar dan Data Korban

Krisis ini sendiri mulai terendus publik sejak Oktober 2025. Pucuk pimpinan DSI, Taufiq Aljufri, berdalih bahwa kemacetan pembayaran dipicu oleh lesunya kondisi ekonomi makro yang memukul bisnis para peminjam dana (borrower).

“Memang ada kondisi ekonomi di 2024–2025 yang menyebabkan borrower ini bisnisnya terganggu. Itu salah satu sebabnya,” kata Taufiq.

Berdasarkan data yang dihimpun paguyuban lender per 18 November 2025, tercatat dana senilai Rp 1,5 triliun milik 3.312 anggota masih tertahan. Jika ditarik lebih luas, DSI mencatat ada 14.000 pemberi pinjaman aktif yang dananya belum kembali, dari total 40.000 lender yang pernah terdaftar.

Tindakan Tegas Regulator

Merespons kekacauan ini, OJK langsung membekukan pergerakan bisnis DSI melalui sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU) per 15 Oktober 2025. Perusahaan dilarang keras menghimpun dana baru ataupun memindah-tangankan aset tanpa izin tertulis.

“DSI juga dilarang melakukan pengalihan, pengaburan, pengurangan nilai, atau pemindahan kepemilikan aset, baik sebagian maupun seluruhnya, kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari OJK, kecuali untuk memenuhi kewajiban sesuai ketentuan perundang-undangan,” bunyi instruksi resmi OJK.

Di sisi lain, regulator mewajibkan DSI tetap membuka saluran komunikasi dan menempatkan hak nasabah sebagai prioritas utama.

“OJK meminta DSI untuk memprioritaskan pengembalian dana lender, menjaga komunikasi yang transparan, dan menindaklanjuti seluruh pengaduan secara tepat waktu dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas lembaga tersebut.

Realisasi Cicilan yang Minim

Manajemen DSI sebenarnya telah memulai cicilan pengembalian dana pokok tahap pertama pada 8 Desember 2025. Namun, langkah ini justru menuai protes karena nominalnya dianggap tidak signifikan. Perwakilan paguyuban lender menyoroti kecilnya persentase dana yang diterima.

“Betul ada cicilan, sejauh yang kami ketahui, jumlahnya tidak sampai 0,2 persen dari nilai investasi kami,” keluh perwakilan lender.

Pihak DSI mengakui kekurangan tersebut. Mereka menyatakan dana tahap awal ini bersumber dari pelunasan pinjaman yang masuk serta likuidasi aset yang terbatas.

“Alhamdulillah pada tanggal 8 Desember 2025 telah dilakukan proses pengembalian tahap pertama dana pokok kepada seluruh lender. Kami sadar bahwa nilai pengembalian tahap pertama ini memang masih kecil sehingga belum bisa memenuhi harapan para lender,” ujar manajemen DSI, Minggu (14/12/2025).

Untuk menuntaskan seluruh kewajiban, Taufiq Aljufri menargetkan waktu satu tahun. Pihaknya akan membentuk badan khusus yang fokus pada penagihan dan penjualan aset.

“Kami berharap penyelesaian ini bisa selesai dalam kurun waktu satu tahun atau secepatnya,” pungkas Taufiq.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)