Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 24 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Menengok Cinta Nabi ke Putrinya, Ubah Budaya Jahiliyah yang Pinggirkan Perempuan

Muhajirin Senin, 11 Oktober 2021 - 08:06 WIB
Menengok Cinta Nabi ke Putrinya, Ubah Budaya Jahiliyah yang Pinggirkan Perempuan
ilustrasi seorang ayah menggandeng putrinya (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Putri Rasulullah yang terbilang berumur panjang adalah Fatimah Az-Zahra. Ia putri bungsu Nabi Muhammad SAW dan ibunda Khadijah.

Kedua saudara kandung Fatimah, Qasim dan Abdullah, meninggal dunia pada usia dini. Umurnya tergolong pendek. Lahir saat sang ayah belum menjadi Rasul dan meninggal enam bulan setelahnya. Ia meninggal pada usia 27 tahun di Madinah pada 3 Ramadhan 11 Hijriah.

Fatimah dikenal dengan julukan Ummu Abiha, Ibunda dari ayahnya. Julukan itu diberikan karena kedekatan Fatimah dengan Rasulullah, terutama setelah Khadijah RA meninggal dunia. Fatimah lah yang paling banyak dan paling lama mengurus urusan Rasulullah. Ia memenuhi segala kebutuhan Rasulullah sampai hijrah ke Madinah dan serumah dengan istri beliau, yaitu Saudah dan Aisyah.

Baca Juga: Cinta Sejati Rasulullah pada Khadijah, Cinta yang Tumbuh dalam Perjuangan

Pakar Sirah Nabawiyah Ustadz Asep Sobari mengatakan, Rasulullah sangat sayang kepada Fatimah. Namun bukan berarti beliau memanjakan Fatimah selayaknya orang tua yang berlebihan sayang kepada anaknya.

Rasulullah mendidik Fatimah dengan sangat luar biasa. Tatkala Ali bin Abi Thalib melamar putri kesayangan baginda Nabi itu, ia adalah seorang pemuda miskin yang tak sanggup untuk sekadar menyediakan mahar.

Baca Juga: Ali bin Abi Thalib, Sahabat yang Dikenal Kecerdasannya

“Sampai Rasulullah mengingatkan baju besi, hadiah beliau kepada Ali. Baju besi yang usang itulah yang menjadi mahar Fatimah, dan itu yang diterima Fatimah dengan sukarela,” kata Ustadz Asep Sobari melalui kanal youtube Sirah Community, dikutip Senin (11/10/2021).

Kehidupan dengan Ali pun tidak beranjak lebih baik secara ekonomi, sehingga Fatimah ikut mengurus seluruh keperluan rumah tangga. Tangan Fatimah kasar. Sehari-harinya lelah. Sampai suatu ketika dia menghadap sang ayah.

“Ayah, engkau kali ini memiliki harta. Bantulah aku dengan membelikan seorang budak untuk meringankan beban hidupku.”

Rasulullah begitu sayang kepada Fatimah. Namun beliau tak memiliki terlalu banyak harta. Jika ia membeli budak untuk Fatimah, itu artinya ia membiarkan perut para sahabat kelaparan. Maka beliau mengatakan, “Fatimah, aku tidak bisa memenuhi kemauanmu. Karena jika kuberikan itu kepadamu, maka kelaparan akan mendera sahabat-sahabatku.”

Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada Fatimah, “Fatimah ringankanlah hidupmu, dengan membaca tasbih 33x, tahmid 33x, takbir 33x.”

“Itulah bahasa sayang seorang ayah kepada putrinya. Sayang dalam sebuah perjuangan yang sangat besar, sayang tanpa manja dan tanpa memberikan sesuatu yang bukan hak anaknya ketika harus merampas hak orang lain,” kata Ustadz Asep Sobari.

Ekspresi cinta Nabi Muhammad kepada Fatimah bisa dilihat saat ia menemukan Fatimah tengah menangis setelah sang ibu meninggal. Rasulullah selalu menemani dan menguatkannya. Lalu diikuti tiga tahun penuh rintangan yang tidak menyenangkan, pengalaman yang sangat berat bagi gadis selembut itu.

Pada suatu hari, ayahnya dilempari orang-orang dengan kotoran ketika bersujud di Ka'bah. Fatimah lalu membersihkan kotoran-kotoran dari badan beliau dan berteriak murka kepada para pengganggu itu.

Fatimah sangat dekat dengan ayahnya. Seperti sang ayah, ia paling setia menyantuni orang miskin, termasuk kepada ahlus shuffah, yakni mereka yang tidak punya rumah dan tinggal di serambi Masjid Nabawi.

Saat berada di rumah atau di depan umum, dan putrinya itu datang menghampiri, ia segera berdiri menyambut dan memperlihatkan secara terbuka kelembutan kepadanya.

Baik orang Madinah maupun orang Mekkah terkejut melihat perilaku Nabi terhadap anak perempuan. Sebab orang Arab pada masa itu tidak terbiasa memperlakukan anak mereka seperti itu, apalagi pada anak perempuan.

Nabi Muhammad SAW biasa mencium putrinya, duduk di sisinya, dan tanpa mempedulikan komentar orang lain. Suatu ketika Rasulullah mencium cucunya, Hasan, anak Fatimah, di depan sekelompok orang Badui. Mereka terkejut, dan salah seorang di antara mereka, yaitu Aqra bin Habis, memperlihatkan keterkejutannya dan berkata:

“Aku punya sepuluh anak dan aku tidak pernah mencium seorang pun dari mereka!”.

Nabi kemudian menjawab, “Orang yang tidak dermawan [mencintai, mengasihi], Tuhan tidak dermawan kepadanya” (HR Bukhari dan Muslim).

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 24 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)