LANGIT7.ID-, Kupang - Tim SAR akhirnya menemukan jasad pelatih tim B Wanita Klub
Valencia CF, Fernando Martin Carreras yang menjadi salah satu korban kapal tenggelam di perairan Labuan Bajo. Hal tersebut dipastikan Kepolisian Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Fernando Martin ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam operasi pencarian korban kapal tenggelam di perairan Labuan Bajo, Minggu, 4 Desember 2026. Jasadnya teridentifikasi berdasarkan cincin dan jam tangan yang dikenakan.
"Benar, yang bersangkutan adalah pelatih Valencia untuk tim B yang teridentifikasi melalui cincin dan jam tangan," ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra di Kupang, mengutip RRI, Minggu (4/1).
Henry menjelaskan, kepastian identitas korban juga diperkuat dengan kesesuaian data ante mortem dan post mortem. Kesesuaian tersebut meliputi jenis kelamin pria dewasa, tinggi badan, serta ciri khusus seperti tato yang dimiliki korban.
![Teridentifikasi dari Cincin dan Jam Tangan, Polisi Pastikan Temukan Pelatih Valencia Fernando Martin]()
(pelatih tim B Wanita Klub
Valencia CF, Fernando Martin Carreras)
Baca juga: Pelatih Valencia B dan Tiga Anaknya Belum Ditemukan, Usai Insiden Kapal Wisata di Labuan BajoMenurut Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko, Fernando ditemukan dalam posisi terlungkup tanpa mengenakan baju serta terombang-ambing di atas permukaan air.
"Jenazah dibawa ke KN SAR Puntadewa untuk kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo guna proses identifikasi lebih lanjut," ujar Rudi dalam keterangannya.
Selain itu, seluruh temuan identifikasi telah dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga korban. Di mana, mereka masih berada di Labuan Bajo hingga Minggu.
Proses identifikasi dilakukan secara hati-hati dan menyeluruh oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda NTT, dengan mengedepankan prinsip ilmiah dan kemanusiaan. DVI membandingkan data ante mortem (AM) yang diperoleh dari keluarga dan kedutaan, serta data post mortem (PM) hasil pemeriksaan medis forensik.
Henry menambahkan, Tim DVI mengumpulkan dan mencocokkan data primer serta sekunder sesuai dengan protokol Interpol. Namun, data primer seperti sidik jari tidak dapat digunakan secara optimal. Karena kondisi jenazah.
"Saat ini, jenazah berada di fasilitas kesehatan di Labuan Bajo untuk penanganan lanjutan. Sambil menunggu proses koordinasi pemulangan ke negara asal bersama pihak keluarga dan perwakilan kedutaan," kata dia.
Pencarian 2 Anak Fernando DiperpanjangFernando Martin merupakan salah satu korban tenggelamnya kapal motor Putri Sakinah, yang mengangkut wisatawan di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT. Setelah 30 menit berlayar dari Pulau Kalong, pada Jumat (26/12), pukul 20.30 Wita, kapal mengalami mati mesin.
Kapal terombang-ambing oleh kondisi cuaca buruk sehingga kapal tersebut pun tenggelam. Saat itu tercatat ada 11 orang di kapal yang terdiri dari empat awak kapal, satu pemandu wisata, dan enam anggota keluarga Fernando yaitu Fernando sendiri dan istrinya, Ortuno Andrea. Serta empat anak Fernando yakni Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, Martines Ortuno Enriquejavier, dan Mar Martinez Ortuno.
Dari total 11 orang di atas kapal, tujuh orang berhasil diselamatkan termasuk istri Fernando dan kedua anaknya, Ortuno Andrea dan Mar Martinez. Sementara Fernando dan tiga anaknya sempat dinyatakan hilang. Hingga kemudian Martines Ortuno Maria Lia dilaporkan tewas dan menyusul jasad Fernando ditemukan, kemarin.
Sementara dua anak lainnya, Martin Garcia dan Martines Enriquejavier masih dicari.
Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko mengungkapkan pencarian terhadap dua anak tersebut diperpanjang hingga Rabu (7/1/2026).
"Perpanjangan pencarian pertama itu dari tanggal 2-4 Januari 2026. Perpanjangan kedua sampai dengan 7 Januari 2026," ujar Rudi.
(lsi)