LANGIT7.ID-Jakarta; Kecaman keras dilayangkan Pemerintah Indonesia terhadap langkah Israel yang memberikan pengakuan atas kemerdekaan Somaliland. Sikap tegas ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-22 di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu.
Langkah Israel tersebut dinilai melanggar Piagam PBB serta hukum internasional, bahkan dianggap berisiko besar menciptakan instabilitas baru di kawasan. Dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri pada Ahad, Indonesia menegaskan komitmennya terhadap integritas teritorial Republik Federal Somalia.
“Indonesia mendukung penuh kedaulatan dan kesatuan teritorial Republik Federal Somalia, dengan Somaliland sebagai bagian yang tidak terpisahkan”, ujar Anis Matta dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (13/1/2026).
Meskipun mengecam intervensi luar, Anis Matta mendorong agar dinamika terkait Somaliland tetap diselesaikan melalui mekanisme internal. Sebagai langkah konkret, ia meminta OKI mengaktifkan kembali OIC Contact Group mengenai Somalia demi menjaga kesatuan wilayah negara itu.
Sikap Indonesia ini sejalan dengan pernyataan bersama yang diprakarsai Mesir dan didukung 22 negara lainnya, termasuk OKI dan GCC. Seluruh pihak tersebut sepakat menolak pengakuan Israel serta memberikan penghormatan penuh pada kedaulatan Somalia.
Konferensi darurat di Jeddah ini digelar khusus atas permintaan Presiden Republik Federal Somalia guna merespons tindakan Israel. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 39 negara anggota, di mana 11 negara mengirimkan delegasi setingkat menteri.
Hasil akhir dari pertemuan tersebut melahirkan dua resolusi utama. Selain secara resmi menolak pengakuan Israel terhadap Somaliland, para anggota OKI berkomitmen untuk mengatasi segala implikasi yang muncul akibat situasi tersebut.
(lam)