LANGIT7.ID, Jakarta - Brunei Darussalam menyimpan destinasi wisata yang memanjakan mata. Salah satunya Kampong Ayer atau Kampung terapung. Berdasarkan sejarah Brunei Darussalam, Kampong Ayer sudah berdiri sejak 1.500 tahun yang lalu.
Pada masa keemasannya (1485-1524), kampung terapung Kampong Ayer merupakan Ibu Kota Brunei Darussalam dan pernah menjadi pelabuhan laut penting yang disinggahi banyak pedagang asal Barat, Tiongkok, Kamboja dan negara- negara tetangga lain.
Saat ini, kampung terapung Kampong Ayer mempunyai lebih dari 300.000 warga. Semua rumah dan bangunan publik di kampung terapung ini didirikan dengan kayu. Menariknya, rumah-rumah dihias sedemikian rupa dengan bunga, pohon hias dan satu bagian lain disediakan untuk melakukan produksi kerajinan tangan. Perabot dalam rumah meskipun sederhana, tetapi semuanya diatur lengkap. Rumah-rumahnya sambung-menyambung, sehingga menciptakan ruang hidup yang akrab dan dekat.
Tidak hanya itu, sekolahan, masjid, rumah sakit, pos polisi, kantor administrasi semuanya dibangun dengan kayu Mangrove, salah satu diantara jenis-jenis kayu khas di pulau Kalimantan.
Menurut penduduk setempat, jenis kayu ini keras, kokoh dan bisa tahan air selama ratusan tahun. Semua rumah ditopang oleh tiang-tiang kayu yang panjangnya kira-kira 2 meter dari permukaan air dan disambung dengan jalan-jalan dari kayu yang panjangnya kira-kira 50 Kilometer.
Sesampai di Kampong Aer kita akan melihat perahu-perahu motor yang terbuat dari kayu, hilir mudik mengangkut penduduk dan pedagang dari satu desa ke desa lainnya. Ini tak berbeda jauh dengan apa yang ada di Venesia
Menariknya Kampong Ayer sudah memiliki akses listrik, air yang mengalir bahkan sinyal telekomunikasi. Wi-Fi pun tersedia di seluruh desa ini.
Bagi pengunjung, cara terbaik untuk merasakan kehidupan sehari-hari penduduk desa setempat adalah dengan naik perahu. Penduduk desa yang ramah dan pemandangan indah di sepanjang sungai pasti akan memberi kesan yang tak terlupakan.
Jika ke sini jangan melewatkan ke Galeri Budaya dan Pariwisata Kampong Ayer. Dibuka secara resmi pada tahun 2009, galeri ini menampilkan kekayaan sejarah Kampong Ayer, yang memberikan pengunjung wawasan tentang masa lalu kota yang gemilang dan gaya hidup modern desa. Selain itu, galeri menawarkan menara observasi di mana pengunjung bisa melihat panorama Kampong Ayer. Saat ini, selain sebagai objek wisata populer di Brunei, Kampong Ayer juga berfungsi sebagai salah satu pusat perdagangan negara.
(sof)