LANGIT7.ID-, Jakarta - - Mantan Menteri Luar Negeri
Hassan Wirajuda meminta agar masyarakat jangan dulu bersikap apriori terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memutuskan Indonesia bergabung dalam
Board of Peace.
Hassan menjelaskan bahwa delapan negara yang berpenduduk mayoritas Islam juga bergabung di Board of Peace. Dengan demikian negara-negara bisa menjaga agar proses yang berjalan tetap sejalan dengan tujuan kemanusiaan. Tidak seperti yang dikhawatirkan terhadap Board of Peace yang dibentuk Donald Trump.
Hassan juga menekankan bahwa proses penyelesaian konflik tidak selalu harus berada dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seraya mencontohkan berbagai praktik diplomasi internasional di masa lalu.
"Dengan kata lain, kita tidak perlu apriori. Ada proses di luar kerangka PBB dan itu tidak perlu ditafsirkan secara negatif. Sepanjang itu menghasilkan tentunya," ujarnya, mengutip laman Setneg, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Dino Patti Djalal Menilai Prabowo Realistis Bergabung di Board of PeaceHassan juga menyoroti pentingnya proses konsultasi yang telah dilalui Indonesia sebelum memutuskan bergabung dalam Board of Peace. Ia menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui dialog intensif dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Islam.
"Jadi kita ikut serta dalam Board of Peace ini setelah melalui dua rangkaian konsultasi di antara negara-negara berpenduduk mayoritas Islam atau negara Islam," imbuhnya.
Hassan pun menilai pertemuan dengan Presiden Prabowo memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai Board of Peace, termasuk ruang kedaulatan Indonesia dalam menentukan keberlanjutan keterlibatan di dalamnya.
"Kita juga punya kedaulatan untuk memutuskan apakah kita akan terus lanjut atau tidak, tergantung kepada bagaimana proses ini nanti berjalannya sesuai dengan niatan kita yang sesungguhnya yaitu membantu rakyat Palestina," kata Hassan.
Baca juga: Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Gagal Perjuangkan PalestinaSebelumnya Presiden Prabowo mengadakan pertemuan bersama Menteri Luar Negeri, para wakil menteri luar negeri, serta sejumlah mantan menteri dan wakil menteri luar negeri di antaranya Hassan Wirajuda dan Dino Patti Djalal, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (4/2).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penjelasan mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia, khususnya terkait Board of Peace dan upaya penyelesaian konflik Palestina.
(lsi)