Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Ini Berbagai Dukungan Kemenperin dalam Pengembangan Industri Halal Tanah Air

mahmuda attar hussein Rabu, 13 Oktober 2021 - 23:00 WIB
Ini Berbagai Dukungan Kemenperin  dalam Pengembangan Industri Halal  Tanah Air
Ilustrasi industri halal di Indonesia. Foto: Langit7
Langit7, Jakarta - Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, yakni 272,2 juta jiwa. Dengan posisinya dalam lingkup ekonomi syariah global yang berada di posisi ke-4, atau di bawah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong optimalisasi potensi dan peluang pengembangan industri halal di tanah air.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Dody Widodo mengatakan, dalam mewujudkan ekosistem halal, pihaknya telah mengeluarkan dua Peraturan Menteri Perindustrian yang terkait. Selain itu banyak aspek yang menjadi perhatian untuk menghasilkan produk halal, seperti bahan baku, teknologi penunjang, fasilitas pendukung, dan sumber daya manusia (SDM) industri yang terlibat.

"Pertama, mengenai Kawasan Industri Halal, kemudian mengenai pembentukan Pusat Pemberdayaan Industri Halal. Kedua, peraturan menteri tersebut dijalankan bersama untuk mengembangkan industri halal yang mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Rabu (13/10).

Baca juga: Dorong Kreativitas Kriya dan Pemanfaatan Digitalisasi, Kemenkop UKM Bersinergi dengan Dekranas

Lebih lanjut, potensi ekonomi syariah global yang mencapai USD2,02 Triliun, menjadikan Indonesia sangat berpeluang untuk mengembangkan industri halal. Terutama pada sektor makanan dan minuman, fesyen, farmasi, dan kosmetik.

“Ini dilihat dari peningkatan demand produk makanan halal maupun berkembangnya tren fesyen busana muslim (modest fashion). Hal ini harus dapat dimanfaatkan oleh Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional melalui ragam inovasi produk dan optimalisasi tekstil fungsional,” jelas Dody.

Sementara untuk industri farmasi dan kosmetika, pengembangan produk halal juga sejalan dengan upaya substitusi bahan baku impor. Sehingga dapat memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia yang unik sebagai selling point tersendiri di mata konsumen global.

Untuk mengakselerasi perkembangan ekosistem halal di Indonesia, Kemenperin bersama kementerian/lembaga terkait, di antaranya Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS), Kementerian Keuangan, serta Kementerian PPN/Bappenas tengah menyusun peta jalan industri halal.

Dody berharap, hal itu dapat mempercepat terbentuknya ekosistem halal dari aspek industri. Untuk itu, pihaknya secara proaktif mendukung pemberdayaan industri halal nasional yang diwujudkan dalam beberapa program utama.

Baca juga: Rianora Moslem Wear, Dorong Muslimah Berhijab Lewat Produk Premium

Di antaranya pembinaan SDM industri halal, pembinaan proses produksi, fasilitasi pembangunan infrastruktur halal, serta publikasi dan promosi, terutama yang berkaitan dengan industri halal nasional yang diwujudkan dalam beberapa program utama.

“Ini juga termasuk dukungan terhadap industri kecil dan menengah (IKM) yang selama ini telah mendapatkan fasilitas sertifikasi halal,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungannya, Kemenperin juga akan menggelar Indonesia Halal Industry Award (IHIA) 2021. Puncak acaranya akan berlangsung pada Desember mendatang.

"Penghargaan ini akan diberikan kepada berbagai pihak yang terlibat, misalnya yang menghasilkan inovasi halal, IKM yang konsisten menjalankan prinsip halal, maupun Kawasan Industri Halal,” ungkap Dody.

Adapun kategori dalam Indonesia Halal Industry Award (IHIA) tahun 2021 meliputi tujuh kategori, di antaranya:

Pertama, Best Halal Innovation yang diberikan kepada berbagai pihak yang melakukan inovasi di bidang halal, baik secara individu, kelompok, lembaga, maupun perusahaan industri.

Kedua, Best Social Impact Initiative yang diberikan kepada kelompok dan perusahaan yang berperan besar dalam pengembangan Industri Halal, baik pada zona lokal, daerah, maupun nasional dengan mengalokasikan secara khusus penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca juga: Listrik PLN Menyala 24 Jam, Nelayan Sumbawa Semringah Dapat Untung Berlipat

Ketiga, Best Halal Supply Chain, diberikan kepada perusahaan industri yang secara konsisten mampu memastikan bahan baku dan bahan penolong yang digunakan berasal dari sumber-sumber yang halal, thoyyib, dan mampu tertelusur.

Keempat, penghargaan kategori Best Small Enterprise yang diberikan kepada perusahaan industri kategori kecil yang secara konsisten menjalankan prinsip-prinsip Halal dalam menjalankan produksinya. Kelima, Best Halal Industrial Estate yang diberikan kepada perusahaan Kawasan Industri yang menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan Kawasan Industri Halal.

Keenam, Best Export Expansion yang diberikan kepada perusahaan industri yang menunjukkan kinerja ekspor produk halal yang luar biasa. Ketujuh, Best Halal Financial Support yang diberikan kepada lembaga atau institusi keuangan yang memberikan dukungan terhadap tumbuhnya industri halal nasional.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)