Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

LaporCovid-19: Sejak Juni-14 Juli, 546 Isoman Meninggal Dunia

Muhajirin Rabu, 14 Juli 2021 - 19:23 WIB
LaporCovid-19: Sejak Juni-14 Juli, 546 Isoman Meninggal Dunia
Sejumlah petugas dengan alat pelindung diri lengkap mengusung jenazah yang akan dimakamkan dengan protokol Covid-19 di lokasi pemakaman khusus di Kelurahan Maliaro, Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (13/7/2021). Foto: Antara/Harmoko Minggu/FBA/wsj.
LANGIT7.ID, Jakarta - Jumlah penderita Covid-19 isolasi mandiri (isoman) yang meninggal dunia mencapai 546 pasien. Angka tersebut dihitung sejak Juni hingga, 14 Juli 2021.

Data tersebut dipaparkan LaporCovid-19, yakni sebuah koalisi sipil yang menyediakan wadah bagi laporan warga. Penderita Covid-19 isoman yang meninggal paling banyak terjadi di Provinsi Jawa Barat, yakni mencapai 209 orang. Di posisi kedua Yogyakarta dengan 105 orang, Banten 65, dan Jawa Timur 63.

Data-data tersebut didapat LaporCovid-19 dari aduan warga, percakapan di media sosial, serta pemberitaan di media. "Angka tersebut tidak menggambarkan penambahan persis hari ini, karena temuan hasil lacak kematian tetap kami catat walaupun kejadian sudah lewat selama masih terjadi pada Juni," tulis LaporCovid-19 dikutip dari situs resminya, Rabu (14/7/2021).

Inisiator LaporCovid-19 Ahmad Arif mengatakan, tren kematian pasien ketika isolasi mandiri terjadi belakangan ini dan cukup intens. "Tren yang menarik belakangan ini adalah kematian ketika isolasi andiri mulai terjadi di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Barat," kata Arif melalui konferensi pers virtual, Senin (12/7/2021).

LaporCovid-19, kata dia, juga meyakini data kematian di luar fasilitas kesehatan tersebut lebih banyak dari yang terdeteksi. Menurut temuan LaporCovid-19, mayoritas kasus kematian saat isolasi mandiri terjadi karena penurunan saturasi oksigen mendadak.

"Ini hanya fenomena puncak gunung es karena tidak semuanya terlaporkan," ungkapnya.

Menurutnya, pasien sulit mendapatkan perawatan karena fasilitas kesehatan terlanjur penuh karena krisis lonjakan kasus Covid-19. Adapun penyebab lain, biasanya terjadi di kawasan perdesaan, pasien menolak ke rumah sakit karena khawatir didiagnosis terinfeksi Covid-19.

"Tidak semua karena terlambat ke rumah sakit tapi juga ada yang tidak mau karena takut di-covid-kan. Ini terkait dengan persepsi masyarakat," ujarnya.

Diketahui, Indonesia mengalami lonjakan kasus Covid-19 sejak Juni 2021 dengan puncak kasus harian tertinggi mencapai 54.517 kasus, Rabu (14/7/2021). Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus positif harian tertinggi di dunia selama dua hari terakhir, melebihi Brazil dan India.

Sedangkan angka kematian harian akibat Covid-19 di Indonesia pada Rabu sebanyak 991 orang dan menjadi kedua tertinggi di dunia setelah Brazil. Total angka kematian karena Covid-19 di Indonesia menjadi 69.210 orang. Alhamdulillah, jumlah penderita yang dinyatakan sehat per hari ini bertambah menjadi 17.762 orang atau sebanyak 2 juta 157 orang. (Sumber: Anadolu Agency)

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)