LANGIT7.ID-, Jakarta - - Mantan pemain sepak bola Jepang, Keisuke Honda batal dapat kontrak iklan di
Amerika Serikat, lantaran ia menyatakan dukungannya untuk partisipasi
tim nasional Iran di
Piala Dunia 2026 mendatang.
Legenda sepakbola Jepang itu tidak menyebutkan nama sponsor, namun Ia mengungkapkan pada hari Sabtu bahwa iklan dari sebuah perusahaan yang berbasis di AS telah "ditangguhkan" setelah ia memposting atau mengunggah pesan melalui platform X bahwa ia ingin Iran berkompetisi di Piala Dunia 2026, yang diselenggarakan bersama di AS, Meksiko, dan Kanada itu.
"Saya tahu ini adalah hal yang sangat sensitif, tetapi saya pribadi ingin mereka berpartisipasi dalam Piala Dunia," tulis pria berusia 39 tahun itu dalam sebuah cuitan pada hari Kamis (12/3), sehari setelah menteri olahraga Iran mengatakan negara itu tidak dapat mengambil bagian dalam Piala Dunia, buntut dari AS dan Israel melancarkan perang dan membunuh pemimpin tertinggi Iran.
Honda, yang mewakili Jepang dari tahun 2008 hingga 2018 dan mencetak 38 gol internasional untuk negaranya, memposting tweet lanjutan yang mengindikasikan bahwa iklan tersebut, yang diharapkan akan diselesaikan tepat waktu untuk Piala Dunia, telah ditunda karena unggahan tersebut. Melansir Aljazeera, Minggu (15/3/2026).
"Rupanya, pernyataan ini menyebabkan sebuah perusahaan AS membatalkan iklan yang akan segera diselesaikan bertepatan dengan Piala Dunia," tulisnya.
Baca juga: Dampak Perang Iran vs Amerika-Israel: Menteri Olahraga Iran Tegas Timnas Tidak Bisa Ikut Piala Dunia 2026"Kami tidak ingin berurusan dengan perusahaan yang mengabaikan esensi dari sesuatu dan membuat keputusan berdasarkan pemikiran yang buruk."
Posisi Iran di turnamen yang diikuti 48 tim tersebut diragukan meskipun mereka telah lolos kualifikasi karena serangan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone ke Israel lalu ke beberapa pangkalan militer di Timur Tengah tempat pasukan AS beroperasi, dan infrastruktur di wilayah tersebut.
Edisi ke-23 Piala Dunia FIFA akan diselenggarakan di tiga negara tuan rumah yaitu AS, Meksiko, serta Kanada dan dimulai 11 Juni hingga 19 Juli. Semua pertandingan grup Iran telah dijadwalkan di tempat-tempat di Pantai Barat AS.
Mantan pemain Samurai Biru ini mewakili negaranya di Piala Dunia 2010, 2014, dan 2018 dan termasuk dalam 10 pemain dengan penampilan terbanyak dan lima pencetak gol terbanyak untuk raksasa Asia tersebut.
Baca juga: Merespons Pernyataan Menteri Olahraga Iran: FIFA Bersikeras Iran Tetap Ikut Piala Dunia 2026Honda dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam perjalanan Jepang meraih gelar juara Piala Asia 2011. Setelah membela 11 klub di lima benua, gelandang serang ini gantung sepatu pada tahun 2024 dan beralih ke dunia kepelatihan.
Pemain berambut pirang ini menikmati status layaknya pahlawan di negara asalnya dan merupakan salah satu pemain sepak bola internasional Jepang yang paling dikenal.
Ia menyampaikan pendapatnya tentang partisipasi Tim Melli di tengah meningkatnya ketegangan antara negara tuan rumah AS dan Iran.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa tidak pantas bagi Iran untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia.
"Tim Nasional Sepak Bola Iran dipersilakan untuk mengikuti Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi keselamatan dan keamanan mereka sendiri," tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Akun Instagram tim nasional Iran dengan cepat menanggapi pernyataan Trump, mempertanyakan apakah presiden AS seharusnya berkomentar tentang partisipasi tim tersebut.
"Piala Dunia adalah ajang bersejarah dan internasional, dan badan pengaturnya adalah FIFA, bukan negara mana pun," tulisnya.
Baca juga: FIFA Rilis Pernyataan soal Rumor Penundaan Piala Dunia 2026 di Tengah Konflik Perang Iran vs AS-IsraelAkun tersebut juga mengkritik Trump karena gagal menyediakan keamanan yang memadai bagi para pemain sepak bola nasional Iran.
"Tentu saja, tidak ada yang dapat mengecualikan tim nasional Iran dari Piala Dunia," lanjut pesan tersebut.
"Satu-satunya negara yang dapat dikecualikan adalah negara yang hanya menyandang gelar 'tuan rumah' tetapi tidak memiliki kemampuan untuk menyediakan keamanan bagi tim-tim yang berpartisipasi dalam ajang global ini."
Trump kemudian memposting pesan lain di platform media sosialnya untuk menekankan bahwa acara tersebut akan aman bagi para pemain dan penonton dari seluruh dunia. (*/lsi/Aljazeera)
(lsi)