Langit7, Bogor - IPB University kini menghadirkan
Startup School bagi mahasiswa.
Startup School IPB University merupakan upaya peningkatan kapasitas serta menumbuhkan jiwa berwirausaha pada mahasiswa.
Di dalam
Startup School IPB University, mahasiswa akan diarahkan untuk memiliki kemandirian berwirausaha berbasis
technosociopreneurship.
Di
Startup School ini juga, mahasiswa akan diajarkan untuk mengembangkan pemahaman dan kesadaran tentang
entrepreneurship. Konsep pemahaman yang dimaksud yang mencakup konsep dasar, karakteristik, serta tujuan pembelajaran entrepreneurship dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi.
Baca juga:
Wapres Sebut Konsep Triple Bottom Line dalam Ekonomi dan Keuangan SyariahPemanfaatan teknologi ini guna meningkatkan nilai tambah dan memberikan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan.
Handian Purwawangsa, Asisten Direktur Pengembangan Karir, Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB University menjelaskan, dengan kehadiran
startup school ini, mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai dan sikap dalam
entrepreneurship seperti etos bekerja, motif berprestasi, kemandirian, kreativitas, serta keterampilan pengambilan keputusan.
“Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan karakter dan etos entrepreneurship secara meluas melalui jalur pendidikan formal, informal, maupun nonformal,” ujar Handian, dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10).
Lebih lanjut, ia menerangkan, mahasiswa yang tergabung dalam Startup School IPB University akan mendapat pelatihan wawasan tentang dunia startup langsung oleh para ahlinya. Bahkan, tim dengan ide startup yang terpilih akan mendapatkan pendanaan modal.
Tidak hanya sampai di situ, setelah mendapatkan modal tim yang terpilih akan didampingi secara intensif selama tiga bulan dan seterusnya secara berkala.
Baca juga: Sempat Terjerumus ke Dunia Hitam, Belajar Agama hingga Sukses Bisnis PenatuStartup School yang digagas oleh IPB University, katanya, merupakan implementasi dari program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM). Oleh karena itu, mahasiswa yang berpartisipasi di dalamnya bisa menggunakan kegiatan Startup School untuk memenuhi satuan kredit semester (SKS).
Dalam upaya implementasi kebijakan MBKM, IPB University telah membuat panduan pelaksanaan
Enrichment Course (EC) atau
Supporting Course (SC) Multiaktivitas K2014-K2020. Panduan ini dapat dijadikan panduan dalam pengakuan dan penyetaraan kegiatan
Startup School.
“Kode kompetensi yang dapat disetarakan pada kegiatan kewirausahaan di EC/SC Multiaktivitas diantaranya dari kluster Kewirausahaan dan Kepemimpinan serta Pengabdian Kepada Masyarakat,” ungkap Dr Alim Setiawan Slamet, selaku Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB University.
Baca juga: Prospek Bisnis Menjanjikan dari Budi Daya Sidat
Ia pun menerangkan, peserta
Startup School merupakan mahasiswa aktif IPB University baik dari program sarjana maupun sekolah vokasi. Peserta tergabung dalam tim berjumlah dua hingga lima orang.
Mahasiswa pengusul dapat berasal dari berbagai program studi yang sama maupun dari program studi yang berbeda. Meskipun demikian, disarankan agar mahasiswa berasal dari semester yang berbeda agar terjadi kesinambungan dalam usaha yang dijalankan.
Program yang diusulkan oleh tim diharuskan relevan dengan bidang ilmu ketua kelompok atau anggota kelompok pengusul dan setiap mahasiswa pengusul hanya boleh mengirimkan maksimal satu bidang usaha baik sebagai ketua ataupun anggota kelompok.
“Kategori atau bidang usaha yang diusulkan dapat berasal dari sektor produksi dan budidaya, makan dan minuman, industri kreatif, jasa dan perdagangan, maupun teknologi,” ujar M Isbayu AMd selaku koordinator
Startup School IPB University.
Ia menerangkan,
Startup School terdiri dari dua kegiatan yakni pelatihan dan mentoring. Pelatihan dilaksanakan menggunakan konsep dalam jaringan (daring), luar jaringan (luring), dan gabungan keduanya (
hybrid daring-luring).
Sedangkan mentoring berupa aktivitas mahasiswa dalam menjalankan aktivitas program, berkomunikasi dengan tim, dibimbing oleh dosen dengan menggunakan fasilitas digital virtual dan pertemuan langsung dengan menerapkan protokol kesehatan
(zul)