Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Sempat Terjerumus ke Dunia Hitam, Belajar Agama hingga Sukses Bisnis Penatu

mahmuda attar hussein Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:03 WIB
Sempat Terjerumus ke Dunia Hitam, Belajar Agama hingga Sukses Bisnis Penatu
Bisnis penatu milik Nanang Suhendra. Foto YouTube PecahTelur
Langit7, Solo - Sempat terlibat ke dalam dunia hitam, seorang muslim asal Solo mampu bangkit dari keterpurukan hidup yang kelam. Jatuh-bangun menjalankan segala jenis usahanya, sampai akhirnya mampu bangkit dan sukses dari usaha penatu.

Ialah Nanang Suhendra, yang mengaku berasal dari keluarga yang berantakan. Ia yang hanya tamatan SMA ini, mengatakan semasa menempuh pendidikan sejak SMP cukup kesulitan dalam urusan biaya sekolah.

Saat itu, pendidikannya harus dibiayai oleh kakek neneknya. Namun akibat usia kakek-neneknya yang sudah sangat tua, Nanang sempat menunda untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat SMA.

“Di situ saya mulai menyalahkan keadaan. Saya mulai mempertanyakan ‘kenapa Allah tidak sayang sama saya.’ Hidup saya saat itu pun cukup berantakan karena terjerumus ke dunia hitam,” katanya dikanal Youtube PecahTelur.

Baca juga: Prospek Bisnis Menjanjikan dari Budi Daya Sidat

Capek akan hinaan dan kehidupan yang serba kekurangan, muslim kelahiran 1 Mei 1998 ini memutuskan untuk bangkit. Ia mengaku keinginannya saat itu hanya satu, yakni menjadi orang kaya.
Sempat Terjerumus ke Dunia Hitam, Belajar Agama hingga Sukses Bisnis Penatu
Hal itu menjadi titik balik kehidupan Nanang yang baru. Ia akhirnya memutuskan untuk bekerja apa saja, dan berhasil mengumpulkan sejumlah uang yang digunakannya untuk melanjukan pendidikan ke tingkat SMA.

“Muka pas-pasan, pendidikan pas-pasan, akhirnya saat itu saya bekerja menjadi cleaning service. Sempat juga saya coba merantau keluar kota dengan bekerja sebagai buruh pabrik,” katanya.

Sulitnya hidup diperantauan, Nanang memutuskan kembali dengan keterbatasan uang yang dimilikinya yang ia gunakan untuk membuka usaha rental Playstation. Mulai dari tiga unit, seiring perkembangannya, ia mampu menambah jumlah Playstationnya hingga 20 unit.

Semua itu dilakukannya demi mendapatkan apa yang dia inginkan, yakni menjadi orang kaya. Menurutnya, menjadi orang kaya terbilang cukup enak, di mana orang tidak pernah mengejek, dan bahkan orang kaya menurut pandangannya juga kerap kali dihormati oleh banyak orang.

“Sampai suatu saat saya jual semua Playstation dan mulai beralih ke bisnis penatu. Awalnya saya mulai dengan cuci kering dan menyetrika dengan harga saat itu Rp2.500 per kilogramnya,” kata dia.

Menurutnya, selama menjalani bisnis penatu tersebut, Nanang mampu mendapatkan omzet yang banyak. Namun, dari omzet yang diraupnya itu, ia mengaku tidak pernah mendapatkan profit yang cukup.

Sebab, kala itu ia harus menggunakan keuntungannya untuk membayar utang dan sewa tempat. Terlebih, dari segala peralatan penatunya, diperoleh dari hasil berutang.

“Dari situ usaha saya hancur, dan rumah tangga yang saya bina sejak usia muda juga turut hancur berantakan. Alhamdulillah tidak sampai cerai sama istri,” katanya.

Sukses Bisnis Penatu

Dengan mempelajari seluk-beluk bisnis penatunya dari hulu ke hilir, kini Junior Laundry bisa memberikan jasa cuci terhadap beragam jenis produk. Mulai dari, pakaian, karpet, jok mobil, dan lainnya.
Sempat Terjerumus ke Dunia Hitam, Belajar Agama hingga Sukses Bisnis Penatu
Dengan banyaknya kebisaan di Junior Laundry ini, Nanang mengaku bisnisnya tidak pernah sepi dari pengguna jasa penatu. Itulah yang menjadikan bisnisnya mampu bertahan bahkan bisa terus berkembang hingga saat ini.

Total utangnya waktu itu sekitar Rp1,1 miliar dengan angsuran Rp24 juta sebulan, atau senilai Rp800 ribu sehari. Sehingga, ia menuturkan sejak bangun tidur pun harus memiliki uang Rp800 ribu.

Baca juga: Rianora Moslem Wear, Dorong Muslimah Berhijab Lewat Produk Premium

Menurutnya, menempuh jalan untuk berutang adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Namun, kini ia mengaku sudah mulai belajar untuk menjalani hidup lebih baik dan menjaga aliran uang untuk bisnisnya lebih baik lagi.

“Alhamdulillah sejak mulai berhemat dan menabung, kini untuk bayar sewa tempat tinggal dan beli mesin untuk kebutuhan penatu bisa berjalan dengan baik. Bahkan mindset saya ini sekarang adalah bagaimana caranya bisa menyisihkan uang untuk menabung,” jelasnya.

Nanang mengisahkan dulu ketika hidupnya masih sulit, sempat menjadi bahan nyinyiran tetangganya. Namun, setelah mendapatkan kesuksesan dari bisnis penatunya, ia membalas nyinyiran itu dengan memberikan sembako kepada orang yang merendahkannya.

“Jadi sempat tetangga saya itu nyinyir ketika saya sedang sulit, saat ini saya balas dengan memberikan ke mereka bantuan beras, bahkan kadang juga martabak. Besoknya pun mereka tidak ada yang berani nyinyir lagi,” katanya.

Nanang berharap, ketika bisnis penatunya sudah semakin berkembang pesat ia bercita-cita untuk bisa mendirikan yayasan untuk anak yatim piatu. Dalam yayasan itu nantinya, ia berharap dapat memperbaiki akhlak setiap anak jalanan agar bisa menjadi orang yang sukses dan berguna di lingkungan masyarakat.

“Karena anak-anak sebenarnya hanya korban. Mereka tidak pernah ada yang mau dilahirkan untuk menjadi anak jalanan. Jadi jangan sampai orang seperti ini dikesampingkan,” katanya.

Nanang menambahkan, dalam berbisnis kini ia tidak hanya mengejar soal uang semata. Sebab, orang yang seperti itu menurutnya tidak memiliki rasa syukur yang cukup.

“Biasanya orang seperti itu selalu merasa kekurangan terhadap apa yang dimiliki. Sehingga dengan tujuan bisnis untuk membagi manfaat kepada orang banyak, Insya Allah kita akan dicukupkan,” katanya.

Titik Balik Nanang

Nanang menyadari kegagalannya selama ini dikarenakan ia yang kurang mau belajar. Jalan hidupnya untuk menjadi orang kaya menjadi sebuah bentuk balas dendam karena penolakan terhadap takdir hidupnya saat itu.

Selain itu, Nanang juga menyebutkan dirinya yang tidak memiliki fondasi agama ketika menjalankan bisnisnya. Ia menuturkan, ibadah salat dan puasa seringkali ditinggalkannya demi tujuan duniawi untuk menjadi kaya.

“Ternyata sejak saya belajar agama dan membenahi fondasi saya, Alhamdulillah saat ini keluarga dan bisnis pun berjalan dengan lancar. Apalagi di situasi pandemi Covid-19 seperti ini,” jelasnya.

Baca juga: Ustadz Yusuf Mansur Perkenalkan Investasi Emas ke Lingkungan Pesantren

Menurutnya berbisnis dengan landasan agama, tidak akan menjadikan seorang pengusaha menjadi rakus akan dunia. Seperti kegiatan berpuasa yang menurutnya bisa menahan hawa nafsu akan segala bentuk problematika duniawi.

Saat ini, ia merubah segala hal dalam tujuan bisnisnya. Seperti yang disebutkannya, awalnya berbisnis untuk menjadi orang kaya, kini ia merubahnya agar melalui bisnisnya bisa memberikan manfaat kepada banyak orang.

“Cita-cita saya saat ini bukan untuk membeli rumah dan mobil mewah, melainkan saya ingin punya banyak anak yatim. Soalnya saya sewaktu kecil walaupun orang tua saya masih ada, tapi saya ikut kakek-nenek. Jadi saya tidak mau anak-anak yang menjadi korban orang tua, menjadi anak jalanan yang kurang pendidikan,” jelasnya.

Ia meyakini, dengan turut memberikan andil kepada anak jalanan bisa merubah pandangan orang banyak terhadap kejelekan mereka yang sebenarnya adalah korban. Ia berharap, dengan memberikan bekal agama kepada anak yatim atau pun anak jalanan dapat merubah nasib mereka menjadi lebih baik lagi.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)