LANGIT7.ID - , Jakarta - Tak banyak yang tahu jika Astrid Khairunissa adalah seorang mualaf jauh sebelum dirinya mengenal suaminya, Uya Kuya.
Memiliki nama lahir Astrid Margaretha, ibu dua anak ini mengumumkan keislamannya tahun 2000 di salah satu masjid di bilangan Bintaro.
"Iya, saya mualaf sejak tingkat dua saat kuliah. Waktu itu sahabat saya yang selalu menemani mengusulkan, sayang jika mualafnya nggak diumumin," jelas Astrid saat diwawancara Langit7 melalui sambungan telepon, Jumat (15/10/2021).
Baca juga : Zaid Shakir Salim, Mualaf Mantan Tentara jadi Pendakwah Berpengaruh di BaratPengakuan Astrid tersebut sekaligus menampik anggapan yang beredar di masyarakat jika dirinya menjadi mualaf karena menikah dengan Uya Kuya.
Awal mula Astrid mengenal Islam adalah sejak duduk di bangku SMA. Saat itu dirinya mengaku penasaran dan keinginantahuannya sangat tinggi. Astrid memiliki sahabat seorang muslimah yang selain bisa menjadi teman main juga bisa diajak berdiskusi dan menjelaskan tentang Islam.
"Untungnya aku punya sahabat muslim yang bisa bertukar pikiran. Tapi dia minta untuk nggak disebutkan namanya," kata perempuan kelahiran 20 Maret 1980 ini.
Astrid mengisahkan bahwa keyakinannya terhadap Islam semakin hari semakin tinggi. Awalnya sembunyi-sembunyi, sampai sudah yakin Astrid berani memproklamirkan diri menjadi mualaf dengan disaksikan banyak orang.
"Semakin lama aku semakin yakin sama Islam, pas kuliah semester 4, aku jadi mualaf di masjid daerah Bintaro, resmi dan ada suratnya." kenang Astrid.
Setelah itu prahara pun terjadi, dimana sang ibu mulai mengetahui akan keislamannya. Kedekatannya secara personal dengan Astrid, membuat ibunya tahu perubahan yang terjadi dalam diri anak perempuannya ini.
"Mamah akhirnya tahu, di kamar ada sajadah, ada mukena." terang Astrid.
Astrid mengakui kala itu ibunya kecewa sekali, terlebih sang ibu berprofesi sebagai pendeta. Bahkan, keluarganya pun turut campur dengan keputusan Astrid tersebut.
"Keluarga semua telpon saya kenapa bisa terjadi. Sampai-sampai ada om saya yang datang dari Belanda khusus mau ngobrol, biar saya berubah pikiran," kenang Astrid yang tetap pada pendiriannya.
Baca juga : Beristri Mualaf Jepang, Neo Youtuber Sering Diomeli Sehabis WudhuSetelah peristiwa tersebut, teman-teman di kampus banyak yang mengetahui keadaan Astrid dan mulai memberi bantuan.
"Jadi yang ngasih bantuan dan menguatkan saya itu yah teman-teman di kampus,"
Sampai pada suatu titik, ibunya mulai memahami sedikit banyak tentang Islam yang sama dengan ajaran agamanya. Percaya akan hari akhir dan kehidupan setelah alam dunia.
"Mamah, Om, Bibi, sepupu semua sadar bahwa di akhirat, pertanggungjawaban itu dilakukan sendiri-sendiri. Di agama protestan (agama keluarga) juga diajarkan seperti itu," cerita Astrid yang mengaku mendapat hidayah karena suara azan yang sering dia dengar dari rumah.
"Aku tuh orangnya penakut, penakut banget, tapi kalau dengar azan aku tuh langsung tenang bahkan bisa nangis, padahal aku nggak ngerti." ucap Astrid.
(est)