LANGIT7.ID, Jakarta - Kencing dalam posisi berdiri ternyata menimbulkan banyak kerawanan. Sayangnya hal ini sering ditemukan di berbagai tempat, tak jarang closet khusus pria ditemukan di masjid-masjid.
Meski terdengar sepele, namun adab buang air kencing telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Tujuannya agar terhindar dari najis yang dapat membuat shalat tidak sah. Selain itu, kencing berdiri mempengaruhi kesehatan.
Dikutip dari nu.or.id, beberapa hadis Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa kencing berdiri sifatnya makruh. Hadis lain meriwayatkan itu dilarang.
"Diriwayatkan dari Aisyah radliyallahu anha beliau berkata, "Barangsiapa yang berkata bahwa Rasulullah kencing dengan berdiri, maka jangan kalian benarkan. Rasulullah tidak pernah kencing kecuali dengan duduk’." (HR. An-Nasa’i).
Dalam hadits yang lain, Rasulullah secara tegas melarang kencing dengan cara berdiri. Larangan tersebut seperti yang tercantum dalam hadits riwayat Sahabat Jabir bin Abdillah:
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam melarang kencing berdiri," (HR Baihaqi).
Selama ini, sebagian ulama menyebutkan kencing berdiri sebagai perbuatan yang makruh selama tidak ada uzur (kendala). Sehingga tidak sampai terkena dosa, meski perbuatan itu sebaiknya tetap dihindari.
Hukum makruh ini akan hilang tatkala seseorang memiliki uzur, seperti terdapat penyakit atau luka yang menyebabkan dirinya terasa berat (masyaqqah) ketika kencing dilakukan dengan duduk.
Namun, sebaiknya sebisa mungkin bagi umat Islam untuk menghindari kencing dengan cara berdiri selain karena uzur. Meski realitas saat ini banyak sekali ditemukan tempat kencing berdiri atau closet khusus laki-laki.
Alasannya kencing berdiri lebih mudah. Cepat dan praktis. Laki-laki keluar dan masuk WC umum dengan cepat, sehingga tidak ada antrean.
Kencing Berdiri Menurut KesehatanKencing dengan posisi jongkok dapat membantu pria terhindar dari masalah prostat. Cara ini dapat memaksimalkan proses pengosongan kantung kemih, sehingga menurunkan risiko infeksi saluran kemih atau prostat.
Untuk dapat sepenuhnya mengosongkan kandung kemih, memerlukan sistem kontrol syaraf yang sehat. Inilah yang menyadarkan kapan perlu buang air kecil dan menahan urine jika belum bisa kencing.
Kandung kemih kemudian berkontraksi dan mengosongkan urine ke uretra dan ke luar dari tubuh. Menurut sebuah penelitian, laki-laki dengan pembengkakan prostat, menghambat jalur urine.
Selain itu, kencing dengan posisi jongkok dinilai lebih higienis jika dibandingkan dengan kencing dengan posisi berdiri. Pasalnya urine yang keluar saat buang air kecil sambil berdiri akan menyebar ke bagian lain.
Hal itu tentu akan menimbulkan bau tak sedap. Area toilet yang terkena urine juga akan menjadi sarang kuman. Penyebaran penyakit juga sangat mungkin terjadi, sehingga dapat mengancam kesehatan orang lain.
(bal)