Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Imam Masjidil Haram Tanggapi Maraknya Fenomena Bullying di Medsos dan Sekolah

Muhajirin Senin, 18 Oktober 2021 - 19:44 WIB
Imam Masjidil Haram Tanggapi Maraknya Fenomena Bullying di Medsos dan Sekolah
Imam dan Khatib Masjidil Haram Syekh Suud Al Syuraim (foto: reasahalharamain)
LANGIT7.ID - Imam dan Khatib Masjidil Haram, Prof. Syekh Su’ud bin Ibrahim bin Muhammad Al-Syuraim Ph.D, mengingatkan, perbuatan mem-bully, merundung atau intimidasi merupakan tindakan yang dilarang dalam agama Islam.

Bullying adalah tindakan mengganggu yang dilakukan secara berulang, dilakoni baik laki-laki atau perempuan, anak kecil atau dewasa, personal atau kelompok terhadap orang lain. Bullying biasanya dilakukan dengan memanfaatkan kelemahan dan kesendirian korban bullying.

Baca Juga: Pesan Khatib Masjidil Haram ke Ortu dan Guru: Bimbing Anak Cinta Ilmu, Jangan Sampai Dikuasai Gadget

Syekh Su'ud menyebut bullying terbagi menjadi dua jenis. Pertama, bullying secara lahiriyah. Jenis ini memiliki varian yang banyak, bisa berupa tindakan verbal seperti mencela dan menghina. Ada pula bullying berupa psikologis seperti pelecehan, pemerasan dan lain sebagainya. Bullying juga bisa berupa perbuatan seperti memukul, merampas, dan merusak milik orang lain.

Kedua, merundung secara maknawi seperti penghinaan, fanatisme, rasis, serta menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.

“Intimidasi (bullying) ini adalah penyakit yang tercela. Ia begitu cepat tersebar di tengah masyarakat, apabila para pendidik dan pakar lalai dari masalah yang membinasakan ini,” kata Syekh Su'ud dalam Khutbah Jumat di Masjidil Haram beberapa pekan lalu.

Masalah ini kian mengkhawatirkan jika terjadi di antara para siswa di lingkungan sekolah. Sebab, ada satu kontradiktif antara tujuan utama pendidikan di sekolah. Di sekolah mereka mendapatkan pelajaran tentang akhlak mulia. Namun itu tidak diterapkan.

Di sisi lain, bullying melalui platform media sosial juga sangat mengkhawatirkan. Ini berdampak lebih besar dan lebih luas dibanding model bullying lain, karena karakteristiknya mudah tersebar dan akan menjadi jejak digital yang abadi.

Baca Juga: Dr Ahmad Musyaddad, Penerjemah Masjidil Haram Asal Lombok

Penyebab Orang Merundung

Menurut Syekh Su'ud, kesalahan dalam pendidikan keluarga menjadi salah satu penyebab orang suka merundung. Di sisi lain, orang tua yang membiasakan tindakan kekerasan kepada anak juga akan menjadi pemicu.

Kerap anak merasa tertekan dalam rumah, sehingga menjadikan orang lain sebagai pelampiasan. Ada pula anak yang mengira tindakan merundung merupakan bukti kejantanan, kekuatan, dan kemenangan. Terkhusus jika ia berkawan dengan orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan yang sama.

Orang tua dan pendidik memegang peranan penting dalam persoalan ini. Pendidikan karakter harus dilakukan sejak dini. Ini agar anak tumbuh dengan akhlak mulia. Anak harus dipahamkan bahwa merundung merupakan perbuatan tercela.

Orang tua atau pendidik tidak boleh mengabaikan jika mendapati anak suka merundung. Khawatir itu menjadi karakter si anak, dan akan terbawa hingga dewasa.

“Akibat intimidasi itu hanyalah akan menjadikan pelakunya semakin kacau, merusak masyarakatnya, terbiasa dengan sifat brutal dan kegalauan yang tiada putus darinya,” ucap Syekh Su'ud.

Nabi SAW bersabda, “Orang kuat itu bukan dengan bergulat, tetapi orang kuat itu yang mampu mengendalikan dirinya saat marah.” (HR. Bukhari)

Maka dari itu, dia meminta kepada orang yang suka merundung untuk bertaubat dan bertakwa kepada Allah Ta’ala. bullying hanya mendatangkan keburukan. Hanya orang-orang bertakwa yang mampu berkasih sayang kepada orang lain.

Baca Juga: Sembuh dari Gangguan Jiwa, Muslimah Ini Keluar dari RSJ dan Kini Kuliah di UI

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)