LANGIT7.ID - Rasulullah adalah Rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam. Kapasitas Rasulullah sebagai manusia paripurna yang memberi dampak positif bagi umat manusia diakui oleh banyak pihak termasuk kalangan non muslim. Salah satunya yakni oleh sejarawan Inggris yang hidup di abad ke-19 Thomas Carlyle.
Carlyle menulis sebuah buku berjudul ‘
On Heroes, Hero-Worship, and The Heroic in History’ dan diganjar penghargaan Nobel atas karyanya itu. Di buku itu Carlyle menyebut bahwa Nabi Muhammad adalah Pahlawan dan menyebutnya sebagai Nabi terakhir. Karena tidak ada manusia yang akan disembah sebagai Tuhan, tidak ada manusia yang akan diterima sebagai Nabi setelah Muhammad.

Carlyle menunjukkan bahwa Barat sejak 180 tahun yang lalu berusaha melakukan penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW. Terbukti hari ini pula, di Barat banyak yang berusaha menghina Nabi Muhammad seperti kasus terakhir kartunis di Perancis.
Baca Juga: Alasan Nabi Muhammad Diakui Intelektual Barat sebagai Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia“Sungguh sangat menjadi aib bagi siapapun yang berbicara pada masa ini mengeluarkan ungkapan bahwa agama Islam adalah kedustaan dan bawah Muhammad adalah penipu. Kita harus memerangi kata-kata yang absurd dan memalukan ini,” kata Carlyle dalam bukunya.
Menurut Carlyle, kebencian mereka berasal dari ketidaktahuan mereka sendiri. Ia mengundang orang Barat, Kristen, Yahudi, Sekularis untuk membaca Al-Qur’an, Hadits, Biografi Nabi, agar setidaknya mereka membaca tentang orang lain, tempat, atau hal-hal, pahlawan orang lain untuk mengatasi ketakutan terhadap Islam dan Nabi Muhammad. Sehingga mencegah mereka berperilaku adil kepada Nabi Muhammad, ummat Muslim dan agama Islam. Baginya, kebohongan yang dipropagandakan Barat kepada Muhammad, menurutnya hanya mempermalukan diri sendiri.
Carlyle berpandangan bahwa Nabi Muhammad adalah pahlawan yang sangat menakjubkan karena Nabi Muhammad dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (badui) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua dekade.
Carlyle berargumen bahwa Nabi Muhammad adalah sosok yang berjiwa besar, tenang dan juga bukan orang yang ingin dijunjung tinggi. Nabi Muhammad memang diciptakan untuk menerangi dunia, namun ia menyayangkan masih sangat banyak kalangan di barat yang mengatakan bahwa Islam itu bohong dan Nabi Muhammad adalah penipu.
(jqf)