LANGIT7.ID-San Francisco; Timnas Jordan mencatatkan sejarah baru di panggung Piala Dunia 2026 saat menghadapi Austria pada laga Grup J di San Francisco Bay Area Stadium, Rabu (17/6/2026). Namun momen bersejarah itu berakhir pahit setelah mereka harus menyerah 1-3 dalam pertandingan yang penuh drama.
Jordan sempat membuat sejarah melalui Ali Olwan yang mencetak gol pertama negaranya sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia. Gol tersebut membawa Jordan menyamakan kedudukan dan membuka harapan untuk meraih hasil positif pada laga debut mereka di turnamen sepak bola terbesar dunia itu.
Meski kalah, penampilan Jordan justru mampu merepotkan Austria sepanjang pertandingan. Tim asuhan Jamal Sellami beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat yang dipimpin Musa Al-Taamari dan Ali Olwan.
Austria lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui gol indah Romano Schmid. Gelandang berusia 26 tahun itu melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Yazeed Abulaila.
Jordan sebenarnya nyaris langsung membalas. Tak lama setelah gol Austria, mereka melepaskan tembakan keras yang membentur mistar gawang. Ancaman demi ancaman terus dilancarkan hingga babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk Austria.
Memasuki babak kedua, Jordan akhirnya mendapatkan momen yang akan selalu dikenang dalam sejarah sepak bola mereka. Pada menit ke-50, Ali Olwan melakukan aksi individu brilian dari dekat garis tengah lapangan sebelum melepaskan tembakan keras yang membentur tiang bagian dalam dan masuk ke gawang Austria.
Gol tersebut bukan sekadar menyamakan skor menjadi 1-1. Ali Olwan resmi tercatat sebagai pencetak gol pertama Jordan dalam sejarah Piala Dunia.
Momentum itu sempat membuat Austria berada dalam tekanan. Jordan bahkan beberapa kali mampu membangun serangan berbahaya dan membuat lini belakang Austria bekerja keras mengamankan pertahanan mereka.
Drama kemudian terjadi pada menit ke-68. Marko Arnautovic sempat membawa Austria kembali unggul setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Jordan. Namun selebrasi Austria terhenti ketika VAR melakukan peninjauan.
Setelah melihat tayangan ulang, wasit memutuskan menganulir gol tersebut karena adanya handball Stefan Posch dalam proses terciptanya gol. Skor tetap bertahan 1-1.
Ketika Jordan mulai bermimpi mencuri poin bersejarah, petaka datang pada menit ke-77. Bek andalan Yazan Al-Arab yang sepanjang pertandingan tampil solid justru mengalami nasib buruk.
Saat berusaha menghalau bola di area pertahanan, sapuannya malah membentur tubuhnya sendiri sebelum masuk ke gawang. Gol bunuh diri itu membuat Austria kembali memimpin 2-1 dan mengubah jalannya pertandingan.
Jordan berusaha mengejar ketertinggalan pada sisa waktu yang ada. Namun Austria mampu mengendalikan permainan dan menutup ruang bagi serangan lawan.
Pada masa injury time, VAR kembali menjadi sorotan setelah Austria mendapatkan hadiah penalti akibat handball pemain Jordan di dalam kotak terlarang. Marko Arnautovic yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-90+11 untuk memastikan kemenangan Austria 3-1.
Hasil ini memberikan tiga poin penting bagi Austria dalam persaingan Grup J. Sementara bagi Jordan, kekalahan tersebut tetap menyisakan satu momen bersejarah yang akan dikenang lama, yakni gol pertama mereka di ajang Piala Dunia melalui Ali Olwan.
Namun malam yang seharusnya menjadi pesta bersejarah itu pada akhirnya berubah menjadi kisah yang menyakitkan. Jordan berhasil menciptakan sejarah, tetapi mereka pulang tanpa poin setelah sebuah gol bunuh diri menghancurkan harapan untuk menorehkan kejutan di panggung dunia.
(lam)