LANGIT7.ID, Semarang - Pengurus takmir Masjid Ar Rahman di Sebantengan Ungaran, Kabupaten Semarang mendirikan Pondok Alquran di areal masjid untuk mencetak hafidz dan hafidzah.
Pondol Alquran ini memiliki dua lantai dilengkapi AC dan berlantai keramik agar santri bisa nyaman mengaji.
Pondok Alquran ini didirikan karena masih banyaknya jamaah di masjid tersebut dan warga sekitar belum bisa membaca Alquran. Ada juga yang sudah bisa membaca tapi ilmu tajwidnya masih minim.
Selain itu, diharapkan juga menjadi tempat untuk melanjutkan belajar Alquran bagi anak-anak di TPQ yang berada di areal masjid.
Baca juga:
Habib Salim: Islam, Ulama, dan Santri Perekat Persatuan di Tengah Kemajemukan“Kami ingin menyiapkan generasi muda penerus yang memahami, dan harapannya bisa hapal Alquran. Selain memang di masjid sini, diketahui ada jamaah yang belum bisa membaca Alquran sama sekali,” ujar Ketua Takmir Masjid Ar Rahman HM Munir MM, kepada Langit7, Kamis (21/10).
Pondok Alquran yang baru saja diresmikan oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha pada Selasa (19/10) itu murni dibiayai dari swadaya masyarakat sekitar dan para donatur. Salah satunya bantuan dari bupati sendiri. Total biaya pembangunan mencapai Rp700 juta.
Bupati Semarang Ngesti Nugroho berpose bersama pengurus Takmir Masjid Ar Rahman di Sebantengan Ungaran, usai peresmian Pondok Alquran
Munir menyampaikan, saat ini masih dalam tahap seleksi para santri. Nantinya para santri baik yang usia muda maupun tua, akan dibagi menjadi tiga kelas. Di antaranya kelas pemula, kelas tahsin yang sudah bisa membaca Alquran tapi tajwid dan mahrojnya dan kelas tahfidz. Sampai saat ini sudah ada 130 santri yang mendaftar.
“Kemarin diseleksi 20 santri, diketahui ada 5 yang belum bisa baca Quran. Hari ini juga diseleksi sebanyak 20 santri oleh KH Ahmad Subakir Al Hafidz beserta istri, pengasuh pondok pesantren di Kudus,” ucapnya.
Untuk saat ini, belum ada program pemondokan santri. Mereka yang belajar Alquran di pondok tersebut, bisa pulang kembali setelah belajar tanpa dipungut biaya apapun. Sementara, untuk pengasuh pondok, menginap di situ.
Program jangka panjang dari Pondok Alquran tersebut akan dirancang seperti pondok pesantren, sehingga santri bisa belajar sekaligus menginap di sana.
Baca juga:
Menag Yaqut : Santri adalah Pemenang Masa Depan“Arahnya ke sana, santri bisa menginap. Untuk pembiayaan operasional kami dapatkan dari donatur tetap dan tidak tetap,” kata Munir.
Selain dari jamaah dan warga sekitar, Pondok Alquran di Masjid Ar Rahman juga menerima santri dari luar.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan, kegigihan warga dalam membangun Pondok Alquran ini patut diapresiasi, karena dilakukan pada masa pandemi Covid-19. Ia berharap dengan belajar Alquran secara mendalam bisa meningkatkan mutu keimanan para santri.
“Semoga ke depan bisa mencetak haifidz-hafidz muda,” ujarnya.
(sof)