LANGIT7.ID, Jakarta - Anas Fajar Rizki (31) merupakan alumnus Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Jatuh bangun telah ia lalui, namun kini usaha melewati segala rintang berbuah hasil. Ia berhasil menghasilkan Rp1 Miliar dari berjualan ikan koi dan bibit tanaman.
Cara berjualan Anas pun memanfaatkan perkembangan teknologi masa kini. Ia memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya tersebut.
Pada 2015, Anas belum memiliki apa-apa. Saat sang istri mengandung anak pertama, ia masih dibantu orang tua untuk keperluan biaya mengecek kandungan. Pada masa-masa itu, ia memiliki amalan yang rutin dilakukan.
Anas membaca Surah Al-Waqi’ah setiap ba'da subuh dan magrib. Malam Jumat ia membaca surah Yasin sampai lima kali. Ia yakin amalan itu menjadi salah satu kunci kesuksesannya kini. Selain hati menjadi tenang, amalan itu juga membuat semangat untuk berkarya.
Baca Juga: Maruf Amin Sebut Pesantren Sebagai Agen Pemberdayaan Ekonomi Ummat
Anas memulai usaha dengan berjualan keripik singkong di pinggir jalan di Kota Kediri. Itu ia tekuni selama dua tahun sebelum menikah. Selain itu ia menjual tanaman. Aktivitas itu membuat dia pulang pergi dari Blitar ke Kediri.
Suatu ketika saat sang istri melahirkan. Ia menemani sang istri selama satu bulan penuh. Ia berhenti jualan. Dari situ, dia mencari kesibukan lain dengan mengunggah foto dan video tanaman ke facebook.
“Saya rasakan hasilnya sama dengan jualan keripik. Waktu itu keripik penghasilannya antara Rp1 sampai Rp2 juta per bulan. Saya bisa menabung dan memberikan istri setiap minggu Rp100 ribu. Kadang Rp50 ribu, setiap minggu saya jatah itu. Akhirnya keripik itu saya berhenti,” kata Anas melalui kanal youtube Pecah Telur, dikutip Kamis (21/10/2021).
Ia melihat peluang besar saat berjualan melalui facebook. Dari situ ia pun meneguhkan hati untuk fokus menjual tanaman. Sebab, secara waktu pun fleksibel. Ia cukup mengunggah postingan di facebook, berbagai pesanan pun datang.
Kala itu, pasar digital (marketplace) belum ramai. E-commerce pun tidak seramai sekarang, sehingga ia hanya mengandalkan faceook untuk mempromosikan barang dagangan. Lalu, beberapa pelanggan bermunculan. Bahkan mereka mendatangi tempat Anas berjualan di Blitar.
Baca Juga: Sempat Gagal, Muslim Ini Sukses Ternak Kambing Etawa hingga Juarai Kontes
“Orang Fakfak pesan bibit nanas sejumlah 200 ribu untuk dikirim ke Papua, itu proyek pertama saya. Saya bingung, gimana caranya. Ternyata orangnya itu dari dinas pertanian yang sudah paham sekali dengan pengiriman dan perizinan. Saya tinggal carikan bibitnya, pengiriman container dan perizinan diurus beliau. Itu empat bulan pertama,” ucap Anas.
Berkat kegigihannya, Anas pun bisa menyisihkan uang untuk menabung. Saat anaknya berusia empat bulan, ia sudah bisa membeli mobil untuk kebutuhan pulang pergi dari Blitar ke Kediri.
Seiring berjalannya waktu, bisnis Anas pun mulai dikenal publik. Ia pernah mendapatkan proyek tanaman untuk keperluan penghijauan, penanaman pohon di jalan tol, hingga ada seorang bupati meminta Anas untuk mengirim tanaman ke Kabupaten Masohi, Maluku Tengah pada 2017.
Hingga satu tahun menjalani bisnis itu, Anas sudah mampu membeli rumah. “Jadi rumah ini hasil di proyek di Kabupaten Masohi selama satu tahun penuh, dua bulan sekali kirim. Mendapat aset Rp1 miliar itu usia 27 tahun, dari beberapa proyek dari Masohi, Papua, dan orderan yang besar-besar,” tutur Anas.
Pada 2019, Anas lalu fokus mengembangkan bisnis di marketplace. Ia mengemas 500 sampai 700 tanaman untuk dikirim pelanggan.
Jualan Ikan KoiSaat covid-19 mewabah di Tanah Air, Anas mendirikan Duta Koi Farm di Desa Modangan, Nglegok, Blitar, Jawa Timur.
“Dulu itu pilihannya ada beberapa, tapi waktu itu saya memilih koi saya pasarkan. Pertama, makelar, di dunia koi itu kan sudah umum minta-mita video, saya jualkan posting facebook, ternyata jalan ada hasilnya,” ujar Anas.
Anas menilai bisnis Koi cukup menjanjikan. Ia pun mengajak beberapa teman untuk menggeluti bisnis itu bersama-sama. Ia menarget pelanggan berusia 30-60 tahun. Namun bisnis itu menemui banyak kendala.
Tidak serta merta video pemasaran berhasil. Anas menyebut, dalam bisnis ikan koi ada
grade A, B, C. ada pihak yang bermain hanya pada
grade C atau ikan pasar, tetapi ada juga yang bermain pada grade A saja.
Anas membanderol harga ikan koi mulai Rp5000 hingga Rp20 juta per ekor. Tergantung permintaan konsumen. Semua segmen dan grade ikan ia layani.
(jqf)