LANGIT7.ID-, Riyadh - -
Arab Saudi menetapkan enam negara pertama yang berhak mengikuti program
Visa Package (Paket Visa). Inisiatif ini memungkinkan wisatawan memperoleh
visa turis Arab Saudi secara elektronik melalui satu paket pemesanan perjalanan.
Kementerian Pariwisata Arab Saudi menyatakan program ini juga berlaku bagi
wisatawan dari Bangladesh, India, Indonesia, Mesir, Meksiko, dan Yordania.
Dilansir dari
Saudigazette, Jumat (10/7/2026), paket tersebut mencakup tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi di hotel berlisensi minimal bintang empat, serta pengajuan visa turis elektronik dalam satu proses pemesanan.
Baca juga: Indonesia Melonjak ke Peringkat 2 Dunia Wisata Ramah Muslim, Puluhan Ribu UMK Halal Jadi Motor PenggerakSetelah pembayaran selesai dilakukan secara digital, visa elektronik akan diterbitkan paling lambat dalam waktu 48 jam. Dokumen perjalanan, termasuk visa dan asuransi perjalanan, kemudian dikirimkan melalui surat elektronik (e-mail).
Melalui skema ini, wisatawan tidak perlu lagi datang ke Kedutaan Besar Arab Saudi atau mengnajukan permohonan visa secara terpisah.
Saat ini, Kementerian Pariwisata Arab Saudi baru menunjuk dua agen perjalanan resmi yang dapat menawarkan layanan tersebut, yakni Reserval dan Almosafer.
Menurut kementerian, program ini menerbitkan visa turis sekali masuk (single entry) dengan masa berlaku tiga bulan. Pemegang visa dapat tinggal di Arab Saudi paling singkat dua hari dan paling lama 88 hari.
Namun, apabila paket perjalanan dibatalkan, maka bisa yang terkait dengan paket tersebut otomatis dibatalkan pula.
Adapun harga minimum paket perjalanan tersebut sebesar 4.000 riyal Saudi atau Rp19,2 juta per orang dewasa untuk dua hari pertama. Selanjutnya, dikenakan tambahan 1.000 riyal Saudi atau hampir Rp5 juta untuk setiap hari berikutnya.
Baca juga: Arab Saudi Perdalam Kerja Sama dan Kemitraan Pariwisata Dengan Prancis dan IndonesiaSelain tiket pesawat dan hotel, wisatawan juga dapat menambahkan berbagai layanan opsional, seperti tiket acara, atraksi wisata, hingga aktivitas rekreasi.
Meski paket ini tidak mencakup layanan khusus di Kota Suci Makkah dan Madinah, seperti paket ibadah umrah, pemegang visa tetap diperbolehkan melakukan perjalanan ke seluruh wilayah Arab Saudi setelah tiba, termasuk mengunjungi Makkah dan Madinah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Apabila terjadi pembatalan penerbangan atau akomodasi akibat keadaan di luar kendali penyedia layanan, proses pengembalian dana maupun perubahan jadwal akan mengikuti kebijakan agen perjalanan resmi yang menangani pemesanan.
Kementerian Pariwisata Arab Saudi menyatakan program Visa Package akan diperluas secara bertahap dengan menambahkan lebih banyak negara pada fase berikutnya.
(est)