LANGIT7.ID-Jakarta; - Dalam upaya menggoda manusia, setan telah merencanakan langkah-langkahnya secara terprogram. Targetnya agar manusia mayoritasnya menjadi penghuni neraka. Allah SWT berfirman dalam surat Al-A'raf ayat 14-17:
قَالَ اَنۡظِرۡنِىۡۤ اِلٰى يَوۡمِ يُبۡعَثُوۡنَ
قَالَ اِنَّكَ مِنَ الۡمُنۡظَرِيۡنَ
قَالَ فَبِمَاۤ اَغۡوَيۡتَنِىۡ لَاَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَاطَكَ الۡمُسۡتَقِيۡمَۙ
ثُمَّ لَاَتِيَنَّهُمۡ مِّنۡۢ بَيۡنِ اَيۡدِيۡهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ اَيۡمَانِهِمۡ وَعَنۡ شَمَآٮِٕلِهِمۡؕ وَلَاٰ تَجِدُ اَكۡثَرَهُمۡ شٰكِرِيۡنَ
"
(Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan." (Allah) berfirman, "Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu." (Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa setan telah memohon kepada Allah agar diberi penangguhan waktu (dispensasi) dan kesempatan untuk hidup hingga hari kiamat. Permohonan tersebut dikabulkan oleh Allah. Setelah mendapatkan jaminan tersebut, setan bersiap mengintai dan menggoda manusia agar mereka keluar dari jalan lurus yang diridhai Allah.
Setan merencanakan strategi sistematis untuk menyerang manusia dari empat penjuru: depan, belakang, kanan, dan kiri. Berikut adalah rincian maknanya berdasarkan penafsiran sahabat Ibnu Abbas
radhiyallahu 'anhu, sebagaimana dinukil dalam Tafsir Ibnu Katsir, 2: 204 pada Tafsir Surat Al-Fatihah karya KH Aceng Zakaria.
1. Menggoda dari Arah Depan (Meragukan Hari Akhir)Ibnu Abbas berkata: "
Dari arah depan, maksudnya: akan aku ragukan mereka tentang urusan akhirat mereka." Maksud setan menggoda dari depan adalah menanamkan keraguan di hati manusia terhadap hari akhir melalui realitas berikut.
Masa Depan yang Pasti: Hari akhir adalah fase yang pasti dihadapi oleh setiap manusia. Setiap hari, langkah kaki kita sejatinya sedang berjalan menuju akhirat yang diawali dengan gerbang kematian.
Fase Penentuan Nasib: Hari akhir adalah penentu nasib akhir manusia yang tidak mungkin bisa diperbaiki lagi. Kebahagiaan di sana adalah kebahagiaan abadi, begitupun penderitaannya adalah penderitaan yang kekal.
Hari Pembalasan Adil: Sekecil apa pun kebaikan atau kejahatan yang dilakukan di dunia, pasti akan mendapatkan balasannya secara sempurna.
Pertanggungjawaban Setiap Manusia: Pada hari itu, seseorang tidak dapat mengandalkan pertolongan siapa pun termasuk keluarganya sendiri. Seorang ayah tidak dapat membela anaknya, dan seorang anak tidak dapat menolong orang tuanya. Amal saleh masing-masing adalah penentunya.
Al-Qur'an menuntut setiap manusia untuk memupuk keyakinan kuat terhadap hari akhir agar bersemangat menyiapkan bekal iman. Namun,setan bekerja sebaliknya. Ia berupaya agar manusia ingkar atau minimal ragu-ragu terhadap hari akhir. Akibatnya, manusia menjadi enggan beramal saleh serta berani melakukan pelanggaran dan maksiat karena tidak sadar adanya konsekuensi balasan di akhirat.
2. Menggoda dari Arah Belakang (Menjadikan Manusia Gandrung pada Dunia)Ibnu Abbas berkata: "
Dari arah belakang, maksudnya: akan aku jadikan mereka gandrung atau gemar dalam urusan dunia mereka." Maksud setan menggoda dari belakang adalah menyilaukan mata manusia terhadap hakikat dunia yang fana.
Dunia Pasti Ditinggalkan: Seberapa keras pun manusia mengumpulkan harta, pada akhirnya semua itu akan ditinggalkan. Pangkat dan jabatan yang diraih dengan susah payah pun kelak harus ditanggalkan.
Kehidupan Sementara: Tidak ada manusia yang abadi di dunia. Baik raja, penguasa, profesor, dokter, teknolog, maupun psikolog; tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki resep untuk menghindari kematian.
Kesenangan yang Semu: Kesenangan dunia selalu berkelindan dengan kesusahan. Suka bercampur duka, dan bahagia silih berganti dengan derita.
Dunia yang fana ini idealnya tidak dijadikan tujuan akhir atau tempat mencari kepuasan hakiki. Namun setan memutarbalikkan kenyataan tersebut. Setan menghiasi dunia seolah-olah menjanjikan kebahagiaan abadi. Akibatnya, banyak manusia berangan-angan hidup seribu tahun lagi meski usianya sudah senja. Mereka tidak lelah jatuh bangun mengejar dunia dan lupa bahwa dunia hanyalah
Mata'ul Ghurur (kesenangan yang menipu).
3. Menggoda dari Arah Kanan (Mengaburkan dan Membingungkan Urusan Agama)Ibnu Abbas berkata: "
Dari arah kanan, maksudnya: akan aku bingungkan urusan agama mereka." Maksud setan menggoda dari sebelah kanan adalah merusak wilayah keyakinan dan syariat manusia.
Ketetapan Agama yang Jelas: Petunjuk agama Islam sebenarnya sudah pasti dan jelas batasannya; mana yang hak dan batil, mana sunah dan bid'ah, mana hidayah dan kesesatan, serta mana tauhid dan syirik.
Sumber yang Valid: Seluruh petunjuk agama tersebut wajib bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah, sebagaimana pola hidup Islami yang telah diwariskan oleh Nabi SAW dan para sahabat.
Setan berusaha mengaburkan batasan agama tersebut dengan cara memicu tasykik (keragu-raguan) dan kebingungan. Di sinilah rasio (akal) mulai dipaksakan untuk mengalahkan wahyu, ayat-ayat ditukar dengan filsafat liberal, budaya lokal dianggap sebagai syariat agama, dan tradisi buatan diklaim sebagai hadis Nabi. Akibatnya, manusia kehilangan pegangan baku untuk menentukan kebenaran. Melihat banyaknya gesekan dan perbedaan pendapat, sebagian orang bahkan menjadi apatis terhadap agamanya sendiri.
4. Menggoda dari Arah Kiri (Mengemas Kemaksiatan Menjadi Menarik)Ibnu Abbas berkata: "
Dari arah kiri, maksudnya: akan aku siapkan (dalam riwayat lain: aku hiasi) bentuk-bentuk kemaksiatan yang menarik." Maksud setan menggoda dari sebelah kiri adalah menstimulus manusia agar menganggap enteng perbuatan dosa:
Hakikat Maksiat: Maksiat adalah pelanggaran hukum Allah yang seharusnya mendatangkan rasa malu, rasa hina, dan rasa takut bagi pelakunya, serta layak mendapat sanksi moral dari masyarakat.
Setan melakukan tazyin, yaitu mengemas kemaksiatan dan kejahatan agar tampak indah, modern, dan bernilai tinggi. Pelaku maksiat tidak lagi dihina, melainkan dipuji, diberi piala, dan dianggap sebagai pemenang. Contoh nyatanya, orang yang menutup aurat dicaci maki dengan stigma kuno, sementara yang membuka aurat diberi penghargaan. Praktik suap dan sogok dianggap sebagai hal biasa (lumrah), dan korupsi dianggap sebagai tradisi atau bagian dari prosedur kerja.
Jika kita mencermati semua program dan strategi setan dari empat arah tersebut, seolah-olah manusia sudah terjebak di dalam lingkaran dan jeratan iblis yang tanpa celah. Mencari lingkungan pergaulan yang bersih untuk menunjang ketakwaan terasa sangat sulit. Namun, apakah manusia harus menyerah begitu saja?
Jika kita jeli melihat redaksi ayatnya, setan hanya menyebutkan arah depan, belakang, kanan, dan kiri. Setan tidak menyebutkan arah atas. Menurut para ahli tafsir, arah atas adalah jalur turunnya hidayah dan rahmat Allah. Jika Allah berkenan memberikan hidayah-Nya kepada seorang hamba, siapa puntermasuk setan tidak akan pernah mampu menghalangi atau menyesatkannya. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:
“
Barangsiapa yang Allah berikan hidayah kepadanya, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang berada dalam kesesatan, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”
Dalam beberapa ayat Al-Qur'an, hidayah dan pertolongan digambarkan datang dari arah atas. Oleh karena itu, satu-satunya jalan keselamatan bagi manusia adalah dengan selalu bersujud, berlindung, dan memohon petunjuk (hidayah) secara tulus hanya kepada Allah SWT agar terbebas dari jeratan setan yang terkutuk.
(zhd)