LANGIT7.ID-Jakarta; Pengguna Kartu Multi Trip (KMT) PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) kini memiliki pilihan baru untuk mengisi saldo kartu. PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mengintegrasikan KMT dengan aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN.
Layanan tersebut diluncurkan di Stasiun Sudirman, Jakarta, Sabtu (15/8). Melalui integrasi ini, pengguna KMT dapat melakukan pengisian ulang saldo kartu melalui aplikasi Bale Syariah.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan layanan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan transaksi masyarakat yang menggunakan transportasi publik, khususnya pengguna Commuter Line Jabodetabek.
“Integrasi Bale Syariah by BSN dengan KMT KCI merupakan tonggak sejarah penting bagi industri perbankan syariah tanah air. Kami bangga menjadi mobile banking pertama yang menghadirkan fitur top up KMT langsung dalam genggaman,” kata Alex dalam keterangannya, dikutip Rabu (19/8/2026).
Menurut Alex, kehadiran fitur tersebut tidak berhenti pada inovasi digital. Integrasi juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat ketika menjalankan mobilitas sehari-hari.
“Kebutuhan finansial dan kebutuhan mobilitas kini dapat semakin terhubung,” ujarnya.
Integrasi Bale Syariah dan KMT sekaligus melanjutkan kerja sama strategis Bank BSN dengan KAI Commuter yang telah dimulai sejak Maret 2026. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan peluncuran KMT Co-Brand.
Bersamaan dengan peluncuran layanan digital tersebut, Bank BSN dan KCI memperkenalkan KMT Co-Brand edisi khusus Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Kartu edisi terbatas itu menjadi bagian dari apresiasi kepada pengguna transportasi massal.
Bank BSN juga menyiapkan program promosi pembukaan rekening Bale Syariah. Nasabah baru yang membuka rekening sesuai ketentuan dan melakukan setoran awal berhak memperoleh KMT edisi khusus Kemerdekaan beserta saldo top up sebesar Rp81.000.
Manajemen Bank BSN berharap integrasi dengan KCI dapat mendorong pengembangan layanan digital berbasis syariah yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.
(lam)