Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 30 Agustus 2026
home sosok muslim detail berita

Deretan Kiai Penjaga Marwah Jam'iyyah: Profil 9 AHWA Muktamar ke-35 NU

ahmad zuhdi Ahad, 30 Agustus 2026 - 17:47 WIB
Deretan Kiai Penjaga Marwah Jam'iyyah: Profil 9 AHWA Muktamar ke-35 NU
LANGIT7.ID-Jakarta; - Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menempatkan posisi Ahlul Halli wal 'Aqdi (AHWA) sebagai elemen vital penentu arah kepemimpinan tertinggi organisasi. Terdiri dari sembilan kiai sepuh yang memiliki kedalaman ilmu, keteladanan moral, serta pengaruh keumatan yang meluas dari Jawa hingga Sumatra dan Kalimantan, berikut profil sembilan ulama kharismatik yang mengemban amanah AHWA:

1. KH Nurul Huda Jazuli (Kediri, Jawa Timur)

Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, KH Nurul Huda Jazuli merupakan pilar utama keberlanjutan tradisi keilmuan kitab kuning. Beliau melanjutkan estafet perjuangan keluarga KH Ahmad Djazuli Utsman dalam membina ribuan santri dengan teguh memegang manhaj Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Di lingkungan NU, Kiai Nurul Huda menjadi rujukan utama tempat bermusyawarah para kiai dalam mengambil keputusan-keputusan strategis. Beliau dikenal istiqamah mengajar langsung kitab klasik serta teguh mempertahankan pola pendidikan salaf.

Pesan Utama: "Dunia ini adalah tempat ujian, bukan tempat kesenangan. Siapa yang mencari kesenangan di dunia, dia akan kecewa. Siapa yang mencari ridho Allah di dunia dia akan bahagia."

2. KH Kafabihi Makhrus (Kediri, Jawa Timur)

KH Kafabihi Mahrus memimpin Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, salah satu benteng pendidikan Islam klasik terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia. Selain memimpin pesantren, ia aktif di jajaran Syuriyah NU serta berbagai forum bahtsul masail. Dia dikenal akan perpaduan antara kedalaman ilmu fikih, ketelitian hukum, dan sifat kerendahan hati yang tinggi. Kiai Kafabihi sering dinilai sebagai kiai yang lebih banyak memberikan keteladanan tindakan dibanding sekadar pidato formal.

Pesan Utama: "Orang lain salah, namun bila dihadapi dengan takabur, maka yang menghadapi lebih salah dan berdosa."

3. KH Ahmad Mustofa Bisri (Rembang, Jawa Tengah)

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, yang akrab disapa Gus Mus ini merupakan sosok ulama multi-dimensi. Beliau berhasil menjembatani dunia pesantren, seni, sastra, dan isu kebangsaan. Putra dari ulama pengarang Tafsir Al-Ibriz (KH. Bisri Musthofa) ini menimba ilmu di Pesantren Lirboyo, Krapyak, hingga Universitas Al-Azhar Kairo. Gus Mus dikenal konsisten menyuarakan wajah Islam yang ramah, toleran, dan moderat dengan gaya humor khas serta kedalaman puisi dan cerita.

Pesan Utama: "Jelas salah, bila kita menganggap bahwa kita selalu benar."

4. KH Ubaidillah Shodaqoh (Semarang, Jawa Tengah)

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Semarang ini memadukan latar belakang pendidikan salaf dengan pendidikan formal Sarjana Hukum. Kombinasi wawasan ini membuatnya mampu memberikan pandangan hukum keagamaan dan kebangsaan yang sangat komprehensif. Lebih dari tiga dekade mengabdi di Syuriyah NU, beliau juga menjadi salah satu pencetus berdirinya Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang.

Pesan Utama: "Jikalah sesuatu yang tidak kita inginkan pasti tidak kita sukai, dan yang tidak kita sukai harus kita benci, maka betapa banyak dan besarnya kebencian kita dalam hidup ini."

5. KH Said Aqil Siradj (Cirebon, Jawa Barat)

KH Said Aqil Siradj adalah pengasuh Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, dan Ketua Umum PBNU dua periode (2010–2021). Merupakan lulusan doktor dari Universitas Ummul Qura, Makkah, Kiai Said dikenal luas atas kemampuannya memadukan tradisi klasik pesantren dengan pemikiran Islam kontemporer. Beliau merupakan tokoh kunci yang giat menggaungkan konsep Islam Nusantara di panggung internasional sebagai representasi Islam yang damai, ramah, dan membumi.

Pesan Utama: "Hanya orang yang berilmu yang bisa benar. Kebenaran harus didasarkan pada ilmu dan kecerdasan akal."

6. KH Ma'ruf Amin (Banten)

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Banten, ini merupakan ulama senior yang memiliki pengabdian panjang di jalur keilmuan maupun kebijakan publik. Beliau pernah mengemban berbagai amanah strategis nasional, mulai dari Rais 'Aam PBNU, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019–2024. Semasa muda dijuluki "Santri Kelana", Kiai Ma'ruf dikenal sebagai penggerak utama penguatan ekonomi syariah berbasis pesantren dan perajut ukhuwah kebangsaan.

Pesan Utama: "Pada pundak mereka, Ulama mengemban dua tanggung jawab. Pertama mas'uuliyyah ummatiyyah, tanggung jawab keummatan, dan yang kedua mas'uuliyyah wathaniyyah, tanggung jawab kebangsaan."

7. Syekh KH Ali Akbar Marbun (Medan, Sumatra Utara)

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan ini merupakan ulama berpengaruh di Sumatra Utara. Alumni Pesantren Musthafawiyah Purba Baru ini sempat menimba ilmu selama hampir satu dekade di Makkah di bawah bimbingan ulama besar seperti Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki. Kehadiran Kiai Ali Akbar Marbun—yang beretnis Batak—menegaskan bahwa nilai-nilai keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah dan jaringan pesantren NU mengakar kuat di luar Pulau Jawa. Beliau juga tercatat pernah menjadi anggota AHWA pada Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015.

Pesan Utama: "Kehadiran dan nasihat ulama harus menjadi pengingat bagi para pemimpin untuk terus menjaga nilai-nilai keimanan dan kebersamaan dalam melayani masyarakat."

8. Tgk KH Nurruzahri / Walid NU (Samalanga, Aceh)

Ulama kharismatik pengasuh Pondok Pesantren Dayah Ummul Ayman Samalanga ini berperan penting dalam memperkuat struktur dan dakwah NU di Tanah Rencong. Mengakar pada tradisi pendidikan dayah, beliau akrab disapa "Walid" (ayah)—sebuah panggilan hormat yang mencerminkan kepemimpinannya yang teduh, mengayomi, dan mengutamakan musyawarah. Walid NU aktif menjembatani tradisi keulamaan Aceh dengan dinamika jam'iyyah NU di tingkat nasional.

Pesan Utama: "Jangan sampai kita mewakilkan masalah ini kepada pihak yang tidak memahami duduk perkaranya. Karena itu hanya akan memperkeruh suasana. Serahkan setiap perkara kepada ahlinya."

9. KH Ali Kholil (Balikpapan, Kalimantan Timur)

KH Ali Kholil adalah pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan sekaligus cucu buyut dari mahaguru ulama Nusantara, Syaikhona Kholil Bangkalan. Memimpin Syuriyah PWNU Kalimantan Timur selama dua periode, beliau memainkan peran strategis dalam penguatan dakwah NU di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kiai Ali Kholil juga memelopori gerak kemandirian ekonomi umat melalui pilar pertanian dan perkebunan sawit gotong royong (Konsain) untuk membiayai lembaga sosial dan pesantren secara mandiri.

Pesan Utama: "Mendidiklah dengan keikhlasan, berdoalah dengan kesucian, dan berkhidmatlah dengan kesungguhan demi keberkahan ilmu dan masa depan para santri."

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 30 Agustus 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:57
Ashar
15:15
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan