Langit7, Jakarta - Ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) diyakini bakal berperan aktif dalam mendukung pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.
Namun, untuk bisa mengembangkan eksyar secara signifikan, diperlukan instrumen kebijakan ekonomi dan penelitian eksploratif yang berkualitas.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan komitmennya dalam pengembangan eksyar di tanah air. Salah satunya dalam bentuk publikasi unggulan BI
Journal of Islamic Monetary Economics and Finance (JIMF).
"JIMF diharapkan dapat turut berkontribusi dalam upaya mendorong kebijakan-kebijakan yang inovatif," katanya dalam konferensi internasional
The 7th International Islamic Monetary Economics and Finance Conference & Call for Papers (IIMEFC), Senin (25/10).
Baca juga: Modal Rebahan, Muslim Ini Sukses Jualan Hewan EksotisSehingga, lanjut dia, JIMF dapat menjadi katalis yang mempertemukan beragam gagasan, mengeksplorasi pengetahuan dan menginspirasi formulasi kebijakan, khususnya di bidang moneter, ekonomi dan keuangan Islam.
Untuk itu, pihaknya berupaya melakukan peningkatan kualitas jurnal secara signifikan. Hal itu dilakukan guna menciptakan eksosistem penelitian di bidang eksyar.
"Penyelenggaraan IIMEFC ke-7, yang termasuk ke dalam rangkaian
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021, memungkinkan para pesertanya untuk mengeksplorasi kebijakan baru dan inovatif. Hal itu dilakukan guna menghadapi tantangan ekonomi terkini akibat pandemi Covid-19, serta mempersiapkan era pascapandemi dan digitalisasi," tambahnya.
Baca juga: Modal Satu Sendok, Kini Sukses Punya 20 Kolam Kultur DaphniaSebagai informasi, IIMEFC yang ke-7 berhasil menghimpun 251 makalah dari penulis yang berasal dari 27 negara, antara lain Amerika, Australia, Bahrain, Bangladesh, Bosnia & Herzegovina, Brunei Darussalam, Prancis, India, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Palestina, Turki, dan Saudi Arabia.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Bank Indonesia dengan International
Association for Islamic Economics (IAIE) dan sejumlah mitra penting lainnya seperti Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Institut Pertanian Bogor (IPB), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI).
(zul)