Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 12 September 2026
home sosok muslim detail berita

Salut, Dokter Ini Bolehkan Pasien Membayar dengan Uang Seadanya, Masakan Hingga Hasil Kebun

lusi mahgriefie Sabtu, 12 September 2026 - 08:35 WIB
Salut, Dokter Ini Bolehkan Pasien Membayar dengan Uang Seadanya, Masakan Hingga Hasil Kebun
dr Yusuf Nugraha membebaskan pasien membayar biaya pengobatan dengan sistem ijab kabul. Foto: ig @yusufnugraha81
LANGIT7.ID-, Cianjur - Yusuf Nugraha, seorang dokter asal Cianjur, Jawa Barat merupakan sosok inspiratif yang layak diacungi jempol. Ia melayani pasien di kliniknya berlandaskan nilai kemanusiaan, tanpa mematok tarif namun dengan hanya sistem ijab kabul.

Melalui unggahan di platform Instagram, Yusuf kerap membagikan kisah yang menyentuh hati warganet yang melihat. Lewat akun Instagram Klinik Harapan Sehat, @klinik.hs maupun akun pribadi @yusufnugraha81, ia menceritakan bagaimana para pasien membayar jasanya. Mulai dari uang Rp5.000, ayam hidup, hasil kebun, hingga masakan di rumah.

Di Klinik Harapan Sehat yang berlokasi di Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, proses pengobatan diawali dengan dialog keterbukaan. Sebelum diperiksa, pasien cukup menyampaikan kesanggupan membayar sesuai kemampuan finansial masing-masing.

Tak ada tarif resmi yang dikenakan terhadap pasien, melainkan seikhlasnya mulai dari Rp5.000, Rp20.000, atau nominal berapa pun yang sanggup diberikan pasien.

Bahkan apabila pasien tak punya uang, dr. Yusuf rela dibayar dengan hasil bumi dan makanan seperti beras, sayuran segar, hasil panen kebun, hingga masakan olahan dapur warga.

Baca juga: Sosok Mbah Riyan: Ulama Prolifik Asal Kudus yang Berprofesi Kuli Bangunan hingga Diakui Dunia

Bagi warga yang benar-benar kurang mampu dan tidak memiliki apa-apa, pelayanan pengobatan tetap diberikan secara cuma-cuma tanpa diskriminasi.

Pasien Membayar Seikhlasnya

Ada banyak sekali cerita haru yang dibagikan dr Yusuf tentang bagaimana pasiennya membayar biaya pengobatan. Antara lain pasien yang membayar dengan ayam hidup dan juga masakan yang dimasak sendiri oleh pasien.

Salut, Dokter Ini Bolehkan Pasien Membayar dengan Uang Seadanya, Masakan Hingga Hasil Kebun(Foto: Ig @yusufnugraha81)

"Dok, terima kasih kemarin sudah merawat saya sampai sembuh, Saya tidak tahu harus membalas dengan apa, selain mendoakan kebaikan, hari ini saya ingin berterimakasih dengan membawa ayam untuk dokter dan keluarga. Semoga dokter mau menerimanya," tulis dr Yusuf meniru ucapan sang pasien.

Ia mengaku, saat menerima "bayaran" tersebut dirinya telah belajar tentang arti kebahagiaan. "Yaitu bertemu nya do'a kebaikan, pemberian tulus dan penerimaan hati yang penuh dengan rasa syukur," tulisnya menambahkan.

Kemudian ada pula pasien yang membayar dengan makanan buatan sendiri.

"Dok ibu saya bersemangat dari pagi masak di dapur sengaja untuk dibawa dan dimakan dokter, saya ucapkan terimakasih karena kemarin ibu sudah di rawat dan ditangani bahkan digratiskan oleh dokter seluruh biaya nya, kebetulan kemarin kami sedang tidak pegang uang, hari ini kami ada sedikit rejeki sehingga memasak khusus untuk dokter, terimakasih atas kasih sayang dokter kepada ibu saya," tulisnya lagi.

Yusuf membalas dengan mengatakan, "Tugas dokter adalah menolong yang sedang sakit, merawat dengan kasih sayang dan memahami dengan hati, kesembuhan ibu adalah yang paling utama bagi kami dan masakan yang dikasih ibu sangat spesial bagi saya karena dibuat dengan hati yang penuh cinta."

Salut, Dokter Ini Bolehkan Pasien Membayar dengan Uang Seadanya, Masakan Hingga Hasil Kebun

Dengan pembayaran seikhlasnya tersebut, lantas bagaimana dr Yusuf menjaga keberlangsungan klinik? Ternyata ia menerapkan skema subsidi silang.

Baca juga: Mengenal Sosok Muna AbuSulayman, Simbol Emansipasi Perempuan di Timur Tengah

Bagi pasien dari kalangan mampu yang membayar dengan tarif normal secara otomatis ikut menyumbang, di mana keuntungan tersebut dialokasikan kembali untuk membiayai perawatan dan obat-obatan bagi pasien kurang mampu.

"Dalam matematika manusia, 10 dikurangi 11 hasilnya minus 1. Tapi dalam matematika Allah, justru bisa menjadi sejuta," ujar dr. Yusuf mengungkapkan filosofi di balik sistem ikhlas tersebut.

Berangkat dari Pengalaman dan Janji

Aksi kemanusiaan yang dilakukan Yusuf berangkat dari pengalaman serta janji yang pernah ia sampaikan kala dirinya masih anak-anak.

Tumbuh dalam keluarga yang serba terbatas setelah orang tuanya bercerai, sang ibu harus berjuang sendirian menghidupi Yusuf dan empat saudaranya. Rasa cemas dan takut jika ada anggota keluarga yang sakit tanpa biaya di masa lalu menanamkan cita-citanya sejak usia 10 tahun untuk menjadi seorang dokter penolong sesama.

Salut, Dokter Ini Bolehkan Pasien Membayar dengan Uang Seadanya, Masakan Hingga Hasil Kebun

Dalam sebuah video yang diunggah dr Yusuf, ia mengatakan, "Saya pas umur 10 tahun takut sakit karena kalau sakit dari mana uangnya dan ke mana berobatnya. Waktu itu saya bilang, kalau saya jadi dokter saya pingin dokter yang ngobatin semua orang tanpa memikirkan biaya."

Baca juga: Sosok Inspiratif Saeedah Haque: Desainer Muda Otodidak Ciptakan Abaya Streetwear Pertama di Dunia Hingga Masuk Daftar Forbes

Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran pada 2006, ayah dua anak itu kembali ke tanah kelahirannya. Pada tahun 2008, dr. Yusuf mendirikan Klinik Harapan Sehat di atas lahan bekas rumah masa kecilnya, setelah sebelumnya berhasil membelikan rumah yang lebih layak untuk ibunya.

Dalam waktu 18 tahun beroperasi, perjalanan klinik ini mengalami perkembangan. Awalnya sebuah bangunan sederhana berukuran hanya 3x4 meter, kini Klinik Harapan Sehat telah berkembang menjadi bangunan gedung dua lantai yang mampu melayani sekira 250 pasien per hari. (dari berbagai sumber)

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 12 September 2026
Imsak
04:23
Shubuh
04:33
Dhuhur
11:53
Ashar
15:07
Maghrib
17:54
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan