LANGIT7.ID, Pontianak - Komunitas Balek Yok merupakan kumpulan anak muda di Pontianak yang kuliah di Pulau Jawa. Kelompok ini memiliki semangat membangun dan memberdayakan desa.
Para anggota komunitas ini bertekad untuk membangun kampungnya di wilayah Kubu Raya, Kalimantan Barat. Iktikad mereka digagas pada 2016 - 2018.
"Balek Yok" dari bahasa Melayu Pontianak, memiliki makna ayo pulang. Mengajak anak muda yang merantau untuk ikut berkontribusi membangun desa-desa tertinggal yang ada di Kalbar.
Kegiatannya membina dan membangun desa tertinggal. Mereka membentuk komunitas untuk mengajak kepada pemuda pemudi pembelajar terutama perantau untuk kembali ke pedesaan dan berkontribusi untuk kemajuan desa binaan tersebut.
Saat ini mereka tengah membina desa tertinggal di Kabupaten Kubu Raya, yaitu RT 04, Dusun Martalaya, Desa Betuah, Kecamatan Terentang. Desa Betuah menjadi fokus untuk program tersebut dan mereka beri nama program tersebut "Betuah Social Project".
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program dari Balek Yok untuk membina desa-desa tertinggal yang ada di Kalbar.
Ketua Komunitas Balek Yok, Muhammad Ghifari Haikal mengatakan alasan dipilihnya Desa Betuah untuk program tersebut karena sebagai salah satu desa tertinggal yang ada di Kubu Raya, desa ini jarang tersentuh program dari pemerintah.
"Selain itu, sumber daya manusia (SDM) masyarakatnya yang kurang, juga menjadi alasan kami memilih Betuah untuk program kali ini," kata Ghifari, lulusan Jurusan Ilmu Komputer, IPB University tahun 2020 ini.
Berdasarkan status Indeks Desa Membangun (IDM) di situs resmi Pemprov Kalbar, dari sembilan kecamatan dan 118 desa yang ada di Kubu Raya, masih terdapat lima desa tertinggal di beberapa kecamatan kabupaten setempat.
Yakni, Desa Tanjung Harapan di Kecamatan Batu Ampar, Betuah di Terentang, Mengkalang Jambu di Kubu, Seruat Tiga di Kubu, dan Sungai Dungun di Terentang.
Menurut Ghifari lagi, tujuan utama dari program di Desa Betuah adalah untuk membina SDM dan ekonomi masyarakat setempat.
Dalam kegiatan membangun desa tertinggal itu, Balek Yok juga bekerja sama dengan beberapa pihak yang ikut turun langsung.
"Kami tim Balek Yok juga dibantu oleh beberapa pihak seperti teman-teman KKN dari IPB, BEM Politeknik Negeri Pontianak, dan tim PHP2D Universitas Nahdlatul Ulama," kata Ghifari.
Sumber: Antaranews(bal)