Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 24 September 2026
home global news detail berita

Rupiah Besok Bisa Tembus Rp18.000, Analis Ungkap Pemicu Tekanan Dolar AS

nabil Kamis, 24 September 2026 - 15:34 WIB
Rupiah Besok Bisa Tembus Rp18.000,  Analis Ungkap Pemicu Tekanan Dolar AS
LANGIT7.ID-Jakarta; Nilai tukar rupiah kembali tertekan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Penguatan dolar AS terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta ketidakpastian geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.

Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan perkembangan geopolitik Iran dan Amerika Serikat masih menjadi salah satu perhatian pasar.

Iran dan Amerika Serikat masih berbeda pendapat mengenai cara mengakhiri perang. Namun, diplomasi disebut masih harus terus berjalan.

Teheran saat ini sedang meninjau tanggapan Washington terhadap usulan perdamaiannya. Usulan tersebut memprioritaskan pencabutan blokade angkatan laut AS di pelabuhan-pelabuhan Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade angkatan laut Washington terhadap Iran juga telah dibahas dalam pembicaraan tidak langsung pada Selasa.

Sebelumnya, kepala keamanan Iran Mohsen Rezaei menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama syarat-syarat Iran belum dipenuhi. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kesepakatan dengan Iran akan membutuhkan kerja keras dalam jangka waktu tertentu. Rubio juga menyebut Presiden AS Donald Trump memiliki opsi militer.

Di sisi lain, para pembuat kebijakan The Fed memberikan sinyal hawkish. Gubernur The Fed Michael Barr pada Rabu mengatakan bahwa “penyesuaian kebijakan lebih lanjut mungkin diperlukan” untuk mengendalikan inflasi.

Presiden The Fed Richmond Tom Barkin dan Presiden The Fed Boston Susan Collins juga mendukung kenaikan suku bunga baru-baru ini dengan alasan tekanan inflasi yang masih berlanjut.

Kemungkinan bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober mencapai sekitar 69,7% berdasarkan alat CME FedWatch. Angka tersebut naik dari 48,7% pada pekan sebelumnya.

Rupiah Masih Dibayangi Risiko Eksternal

Dari dalam negeri, Ibrahim mengatakan keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan pada September untuk tiga bulan berturut-turut mungkin hanya menjadi jeda sementara.

Risiko eksternal masih tinggi, terutama karena imbal hasil global yang meningkat, harga minyak yang fluktuatif, serta tekanan geopolitik.

Selain itu, para pembuat kebijakan menghadapi tantangan berupa perlambatan pertumbuhan ekonomi, belanja rumah tangga yang lesu, dan sentimen pasar yang rentan.

Menurut Ibrahim, kondisi tersebut menjadi perhatian karena rupiah masih rawan terhadap kembali menguatnya dolar AS dan arus keluar modal asing.

“Jika tekanan terhadap mata uang kawasan terus berlanjut, maka BI perlu menjaga agar pelemahan rupiah tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih persisten," ujar dia.

Tekanan terhadap rupiah juga berpotensi meningkat apabila harga minyak dunia menembus US$100 per barel. Kenaikan harga minyak dapat menekan mata uang melalui meningkatnya biaya energi.

Fenomena El Nino juga menjadi risiko tambahan karena dapat meningkatkan gangguan terhadap produksi dan pasokan pangan.

Meski demikian, Ibrahim menilai perekonomian domestik Indonesia masih menunjukkan daya tahan.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026 mampu berada di kisaran 4,9% hingga 5,7%.

Motor penggerak utama berasal dari konsumsi rumah tangga yang tetap kokoh, ditopang stimulus fiskal pemerintah serta menguatnya keyakinan dan ekspektasi pendapatan masyarakat.

Rupiah Hari Ini Melemah 98 Poin

Pada perdagangan hari ini, rupiah ditutup melemah 98 poin. Rupiah sebelumnya sempat melemah 100 poin ke level Rp17.916 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.817 per dolar AS.

“Pada perdagangan pasar hari ini, mata uang rupiah ditutup melemah 98 point sebelumnya sempat melemah 100 point dilevel Rp.17.916 dari penutupan sebelumnya di level Rp.17.817," ujar dia.

Untuk perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp.17.910 - Rp.18.000," ujar dia.

Pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya akan menjadi perhatian pasar, terutama di tengah penguatan dolar AS, ekspektasi kebijakan The Fed, perkembangan konflik Iran-Amerika Serikat, harga minyak, serta potensi arus keluar modal asing.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 24 September 2026
Imsak
04:17
Shubuh
04:27
Dhuhur
11:48
Ashar
14:57
Maghrib
17:51
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan