Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 13 Oktober 2026
home masjid detail berita

Pelajaran dan Hikmah Pelanggaran Hari Sabat dalam Al-Baqarah Ayat 65

ahmad zuhdi Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:15 WIB
Pelajaran dan Hikmah Pelanggaran Hari Sabat dalam Al-Baqarah Ayat 65
LANGIT7.ID, Jakarta; - Ayat ke-65 dari Surat Al-Baqarah berada di tengah rentetan teguran Allah ﷻ terhadap Bani Israil yang disampaikan secara berurutan sejak awal surah. Setelah mengungkit kembali perjanjian teguh (mītsāq) yang diambil di atas bukit Tursina serta perintah agar memegang teguh syariat dengan penuh kesungguhan, peringatan keras ini hadir untuk menggambarkan dampak buruk dari pembangkangan atas perintah Ilahi.

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ ٱلَّذِينَ ٱعْتَدَوْا۟ مِنكُمْ فِى ٱلسَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا۟ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ

Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina". (QS Al-Baqarah (البقرة) : 65).

Imam al-Ṭabarī menjelaskan bahwa bagian ini menghimpun rekam jejak pelanggaran nenek moyang Bani Israil, khususnya ditujukan kepada keturunan mereka yang bermukim di sekitar Madinah pada zaman Nabi ﷺ. Penjelasan tersebut menjadi Peringatan nyata agar para pendengar tidak terjerumus ke dalam azab serupa akibat kegigihan dalam kekufuran dan penolakan terhadap kenabian.

Imam al-Biqāʿī menambahkan sudut pandang keserasian makna (munāsabah) yang amat halus. Beliau memaparkan bahwa setelah Allah mengingatkan mereka tentang nikmat ampunan yang menyelamatkan dari kebinasaan, Allah kembali mencela pelanggaran lain yang menyebabkan sebagian dari mereka ditelantarkan hingga ditimpa kerugian mutlak.

Penegasan ini disampaikan untuk menunjukkan bahwa para pendengar di masa kenabian sesungguhnya mengetahui dan menyadari dengan pasti peristiwa bersejarah tersebut dalam kitab-kitab mereka.

Pilihan kata 'alimtum dalam penggalan ayat pertama mengandung makna 'araftum, yaitu sebuah pengetahuan yang dilandasi pengenalan dan kesadaran yang sangat mendalam, bukan sekadar informasi yang lewat begitu saja. Syaikh as-Sa'di mempertegas bahwa ungkapan ini mengisyaratkan suatu kisah yang sudah mapan dan terpatri dalam memori kolektif mereka, sebagaimana kisah pelanggaran hari Sabtu atau Sabat yang juga dijelaskan secara terperinci dalam Surat al-A'raf.

Penggalan kata i'tadaw menandaskan tindakan melampaui batas dan menerjang apa yang telah dilarang. Imam al-Baghawi merinci latar belakang sejarah peristiwa tersebut yang terjadi pada zaman Nabi Daud a.s. di daerah Aylah. Penduduk setempat dilarang menangkap ikan pada hari Sabtu sebagai bentuk pengagungan hari ibadah.

Namun, muncul bentuk manipulasi hukum (tahayyul) yang dibisikkan oleh setan. Mereka membuat saluran air dan kolam jebakan pada hari Jumat, sehingga ikan-ikan yang berkumpul pada hari Sabtu terperangkap dan baru diambil pada hari Ahad.

Imam Ibn Katsir menyoroti sisi keji dari tipu daya hukum tersebut. Tindakan tersebut berpura-pura mematuhi larangan di permukaan, padahal secara batin mereka merusak maksud dari syariat itu sendiri. Keadaan yang berpura-pura benar di luar namun menyimpang di dalam ini mendatangkan balasan yang setimpal (al-jazā' min jinsil 'amal). Allah pun mengubah wujud mereka menjadi kera, yakni makhluk yang secara fisik menyerupai manusia tetapi sama sekali tidak memiliki hakikat kemanusiaan.

Terkait respons masyarakat kala itu, riwayat dari Ibnu Abi Hatim membagi penduduk negeri menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok yang melanggar dan memakan hasil tangkapan, kelompok yang menjauhkan diri tetapi diam tidak melarang, serta kelompok yang aktif melarang kemungkaran tersebut. Keadilan Allah bekerja sesuai sikap masing-masing kelompok dalam menghadapi maksiat tersebut.

Syaikh as-Sa'di menjelaskan bahwa frasa khāsi'īn menunjukkan puncak kenistaan dan kehinaan yang dialami oleh para pelanggar tersebut akibat kemurkaan Allah. Sementara itu, Imam ar-Razi menguraikan bahwa penyandaran ketetapan azab ini kepada Allah menegaskan bahwa ketika perbuatan buruk dan pembangkangan dilakukan secara terus-menerus, sifat tersebut akan melekat erat pada diri pelakunya seperti sifat bawaan, hingga mereka tertutup dari kebaikan.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 13 Oktober 2026
Imsak
04:07
Shubuh
04:17
Dhuhur
11:42
Ashar
14:46
Maghrib
17:49
Isya
18:58
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan