LANGIT7.ID-, Surabaya - Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai perkembangan teknologi dan inovasi keuangan digital.
Demikian disampaikan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Universitas Airlangga (UNAIR), Ardianto dalam acara Digital Financial Literacy (DFL) di Kampus UNAIR, Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/10) lalu, dikutip Rabu (14/10/2026).
"Perguruan tinggi tidak sekadar berperan sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga benteng dalam membangun kesadaran kritis mahasiswa," kata Ardianto.
Menurut Ardianto, transformasi sektor keuangan global menuntut perguruan tinggi terus mengikuti perkembangan teknologi sekaligus membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis. Dengan bekal tersebut, mahasiswa dapat menilai peluang dan tantangan inovasi secara lebih cermat.
Kegiatan DFL 2026 merupakan kolaborasi antara UNAIR, Otoritas Jasa Keungan (OJK), Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Digital, Indonesia Fintech Society (IFSoc), Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), serta perwakilan pelaku industri.
Baca juga: Melalui Digital Financial Literacy, OJK Dorong Generasi Muda Paham Peluang dan Risiko Tokenisasi Aset NyataMengusung tema "Dari Aset Nyata ke Aset Digital, Kenalan dengan Tokenisasi dan Peluang di Indonesia", DFL 2026 bertujuan mendorong generasi muda untuk memahami peluang dan risiko tokenisasi aset nyata atau Real World Assets (RWA).
Dalam diskusi acara tersebut membahas perkembangan tokenisasi RWA, pemanfaatan teknologi blockchain, peluang pengembangannya di Indonesia, serta tantangan dalam membangun ekosistem inovasi keuangan digital yang terpercaya.
Para narasumber juga membahas pentingnya kepastian hukum atas aset yang mendasari token, transparansi informasi, keamanan teknologi, tata kelola, dan kejelasan hak ekonomi pemegang token. Aspek tersebut menjadi dasar agar pengembangan tokenisasi dapat memberikan manfaat dengan tetap menjaga kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Asep Hikayat menyampaikan bahwa Surabaya memiliki potensi besar untuk mendukung literasi dan inklusi keuangan digital. Perannya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan inovasi di Indonesia menjadi modal bagi pengembangan ekosistem tersebut.
Menurut Asep, ekosistem digital yang terus berkembang dan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap inovasi sektor jasa keuangan.
DFL 2026 berlangsung secara hibrida yang diikuti oleh sekira 700 peserta yang hadir secara daring dan luring, terdiri atas sivitas akademika UNAIR serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya.
Melalui kegiatan ini, OJK mendorong mahasiswa menggali peluang riset, kewirausahaan, pengembangan solusi teknologi, serta karier di industri keuangan digital, termasuk blockchain dan tokenisasi RWA. Pengetahuan yang diperoleh di kampus diharapkan menjadi bekal untuk melahirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Baca juga: Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM, OJK Sediakan Penyediaan Informasi KomprehensifOJK akan terus memperkuat literasi keuangan digital bersama perguruan tinggi, asosiasi industri, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi yang berakar pada semangat gotong royong ini diarahkan untuk memperluas manfaat inovasi, menjaga pelindungan konsumen, dan mendukung kesejahteraan masyarakat.
Dengan pengetahuan yang memadai, generasi muda dapat mengambil bagian dalam membangun ekosistem keuangan digital Indonesia yang inklusif dan bertanggung jawab.
(lsi)