LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam tafsir Surat Ali Imran ayat 19, Islam merupakan satu-satunya agama yang diridhai Allah, bahkan sudah ada sebelum Nabi Muhammad diutus jadi Rasul.
Dalam Surat Ali Imran ayat 19, Allah berfirman:
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَٰمُ ۗ وَمَا ٱخْتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِLatin:
Innad-dīna 'indallāhil-islām, wa makhtalafallażīna ụtul-kitāba illā mim ba'di mā jā`ahumul-'ilmu bagyam bainahum, wa may yakfur bi`āyātillāhi fa innallāha sarī'ul-ḥisābArti: Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanya lah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Muallim KH Syafi'i Hadzami dalam Taudhihul Adillah: Penjelasan tentang Dalil-Dalil Aqidah (2010) mengutip Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang diturunkan Allah bagi seluruh makhluk. Risalahnya sambung menyambung dari Nabi dan Rasul terdahulu hingga Nabi Muhammad.
Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menegaskan bahwa tidak ada satupun agama yang diterima di sisi -Nya dari seorang penganut kecuali Islam saja. Risalah Islam disampaikan terus menerus melalui rasul-rasul-nya hingga disempurnakan pada masa Nabi Muhammad.
"Maka barang siapa yang menjumpai Allah sesudah diutusnya Nabi Muhammad dengan sesuatu agama selain syariat Nabi Muhammad maka ia tidak diterima."
Pun demikian dengan pemelukna telah dinamai sebagai Muslim sejak dahulunya. Muallim Syafi'i Hadzami lantas menyitir Surat Al Hajj ayat 78:
هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَٰذَا…Latin: …
huwa sammākumul-muslimīna ming qablu wa fī hāżāArti: …Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini …
(bal)