LANGIT7.ID-Jakarta; - Massa
Front Persaudaraan Islam (FPI) dari berbagai daerah menggelar Aksi Damai 611 bertajuk "Bela Santri & Negara" di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (
Mabes Polri), Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026).
Dalam aksi tersebut,
FPI mendesak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto segera mencopot Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan buntut penggerebekan
Pondok Pesantren (Ponpes) Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Baca juga: Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Qur'an, Kapolri Copot Kapolres SukoharjoAksi tersebut mengecam tindakan aparat dalam penggerebekan pesantren putri
Hamalatul Qur'an sekaligus meminta adanya pertanggungjawaban dari pimpinan kepolisian di Jawa Tengah.
Ketua Umum DPP
FPI, Habib Muhammad bin Hussein Alatas, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi sekaligus dukungan terhadap upaya pembenahan institusi Polri.
Ia juga meminta Kapolri memberikan kesempatan kepada perwakilan FPI untuk bertemu dan menyampaikan tuntutan secara langsung.
"Kita minta komitmen agar Kapolri bisa menemui pimpinan perwakilan dari FPI. Maka kita kasih waktu hari Senin, baik bertemu di kantor Kapolri atau di tempat yang bisa disepakati," kata Habib Muhammad di Jakarta.
Di akhir orasinya, Habib Muhammad mengingatkan apabila tidak ada tindak lanjut dan komitmen yang jelas, FPI akan kembali menggelar aksi pada Jumat mendatang dengan membawa lebih banyak massa dari pesantren di Jabodetabek.
Baca juga: Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur'an Tuai Kecaman, Felix Siauw Soroti Kinerja PolisiMelalui Aksi Damai 611, FPI berharap Polri segera menindaklanjuti tuntutan tersebut serta menunjukkan komitmen dalam melindungi pesantren dan menjaga kehormatan lembaga pendidikan Islam di seluruh Indonesia.
(est)