Langit7, Jakarta - Hasil riset
United Nations Development Programme Biodiversity Finance Initiative (UNDP Biofin) menyebutkan program penyaluran zakat yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberi dampak positif pada pencapaian
Sustainable Development Goals (SDGs).
SDGs merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.
Dari hasil riset badan pembangunan PBB itu pada pengukuran kinerja Zakat, infak dan sedekah (ZIS) terhadap SDGs, menunjukkan hasil program BAZNAS dirasakan dampaknya oleh masyarakat dan pendamping program. Dalam riset itu juga disebutkan kegiatan yang dikembangkan oleh lembaga program BAZNAS, yakni
Zakat Community Development (ZCD) secara umum terpusat pada program sesuai pilar BAZNAS yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah dan sosial selaras dengan SDGs.
"Berdasarkan penelitian yang dilakukan UNDP dalam program ZCD BAZNAS telah selaras dengan SDGs dan memiliki dampak positif baik secara langsung maupun tidak langsung," ujar
Head of Innovative Financing Lab UNDP Indonesia, Muhammad Didi Hardiana, dalam keterangan tertulis, Minggu (31/10).
Baca juga: BAZNAS Dorong Pemanfaatan Digitalisasi Zakat Secara OptimalMenurut Didi, kajian dampak ZIS (Zakat Infaq Sedekah) terhadap pencapaian SDGs ini juga merupakan upaya peningkatan literasi masyarakat terhadap keuangan sosial Islam khususnya IS yang mana merupakan instrumen keuangan syariah yang mendukung kesejahteraan masyarakat hingga dan selaras dengan SDGs.
"Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi UNDP telah melakukan kerja sama dengan BAZNAS sejak 2017 yang kita mulai dengan suatu projek implementasi pembangunan pembangkit listrik tenaga Micro Hidro di Provinsi Jambi dan saat ini juga kita telah berkerja sama dalam pengembangan ekonomi lokal masyarakat yang terdampak bencana di NTB dan Sulawesi tengah," katanya.
Sebagai salah satu hasilnya, Didi memaparkan bahwa sekitar 4.000 masyarakat di Jambi dan 10.000 masyarakat di NTB dan Sulawesi Tengah telah mendapatkan dampak positif dari kerja sama antara UNDP dengan BAZNAS, baik dalam hal kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi masyarakat.
"Mudah-mudahan ke depan, kerja sama UNDP dan BAZNAS dapat terus berlanjut melalui berbagai sektor lainnya." ucapnya.
Baca juga: Perkuat Keuangan Sosial Islam, Baznas dan BSI Berikan Kemudahan Bayar ZakatPada kesempatan yang sama, Direktur Utama BAZNAS RI, M. Arifin Purwakananta menyampaikan, BAZNAS sebagai lembaga pemerintah yang ditugaskan untuk mengelola ZIS berkomitmen terhadap perwujudan tujuan-tujuan dalam SDGs.
"Hasil riset ini tentunya akan semakin mengukuhkan peran zakat yang muzaki percayakan kepada BAZNAS melalui program ZCD turut membantu mewujudkan SDGs," kata Arifin.
Arifin menjelaskan, BAZNAS juga terus berupaya untuk merealisasikan gagasan/program Zakat on SDGs. Sehingga program-program yang dijalankan BAZNAS dapat dikaitkan dan sejalan dengan pencapaian program SDGs di Indonesia.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada UNDP dan para peneliti yang telah berkontribusi dalam riset Pengukuran Kinerja ZIS terhadap SDGs melalui program ZCD BAZNAS RI yang hasilnya sangat baik. Hal ini juga mendorong BAZNAS untuk terus berupaya mencapai tujuan SDGs," ujar Arifin.
Sebagai informasi,
Zakat Community Development (ZCD) adalah program pemberdayaan BAZNAS melalui komunitas dan desa dengan mengintegrasikan aspek dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan secara komprehensif yang sumber pendanaannya dari zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Capaian penyaluran ZCD ini telah mencapai 27 provinsi, 75 kabupaten, 98 kecamatan, dan 113 desa di seluruh Indonesia.
Hasil riset dari UNDP Biofin dilakukan pada Pengukuran Kinerja ZIS terhadap SDGs (
SDGs Impact Assessment on Islamic Social Finance : Case Study ZCD BAZNAS RI menyajikan potret di 30 wilayah dengan metode
Importance Performance Analysis (IPA).
(zul)