Langit7, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) bekerja sama untuk memberikan fasilitas kemudahan pembayaran zakat kepada ummat Islam di tanah air. Untuk itu keduanya berupaya menghadirkan zakat online baznas yang bisa ditunaikan melalui BSI Mobile.
Pimpinan Baznas, Rizaludi Kurniawan mengatakan, melalui zakat online akan memberikan kemudahan kepada para muzaki untuk menunaikan zakat. Di mana mereka bisa membayar zakat melalui ATM, Mobile Banking BSI, Payroll atau pun transfer terjadwal.
Ia menjelaskan, dalam harta memiliki tujuan lillah, yakni mengantarkan kepada Allah. Sehingga, harta yang dimiliki setiap ummat, memiliki tujuan untuk meningkatkan aktivitas duniawi seiring dengan jalan keridhaan Allah.
Baca juga: PT EMI Jadi Anak Usaha PLN, Dukung Akselerasi Bauran EBTHal itu juga yang menjadi pembeda antara misi di dunia dalam mengelola ekonomi dengan yang lainnya. Sebagai makhluk Allah, apa pun yang dikerjakan dan dimiliki adalah untuk Allah.
“Jika sudah jelas misi kita untuk Allah, maka jadikan dalam urusan finansial kita sehari-hari diperjuangkan di jalan Allah,” ujarnya secara daring, di acara Road to Pekan Kedermawanan ISEF: Penguatan Keuangan Syariah di Masa Pandemi, Rabu (6/10).
Untuk itu, lanjut Rizal, terkait pengelolaan keuangan seseorang, termasuk perencanaan, pengeluaran, dan simpanan, perlu menyertakan Allah di dalamnya. Rizal menambahkan, setelah kegiatan ibadah seperti melaksanakan salat, perlu lah setiap individu menunaikan zakatnya.
Sebab, zakat menjadi salah satu instrumen keuangan yang perlu dimasukkan dalam perencanaan keuangan ummat muslim. Begitu juga dengan budgeting keuangan, yang juga perlua menyisihkan sebagian uang untuk kebutuhan zakat, infak, dan sedekah (ziswaf).
“Utama dari ziswaf adalah bentuk zakat, karena menjadi bagian kegiatan wajib. Zakat menjadi pintu bagi kita, khususnya kaum muslim untuk menyucikan dan membersihkan harta dan diri,” ujarnya.
Baca juga: Peluang Bisnis Menguntungkan dari Budi Daya Lobster Air TawarRizal menyebutkan, perlunya memberikan pelajaran seputar instrumen keuangan Islam ini bagi anak sedari dini. Hal itu penting dilakukan guna menumbuhkan pengetahuan sekaligus mendorong kemauan seseorang untuk menunaikan zakat.
Menurutnya, ummat Islam juga perlu mengetahui efek dari pengelolaan zakat yang ada, terutama di tanah air. Dari zakat, lanjut dia, bisa menjadi seorang mustahik menjadi muzakki.
“Itu adalah sebuah kebahagiaan, dan dalam pandangan Yang Maha Kuasa, kaya dan miskin, lapang dan sempit, itu sama saja. Kalau keduanya bisa mendekatkan diri kepada Allah, maka itu adalah kebaikan baginya,” ujarnya.
Baca juga: Digitalisasi jadi Kesempatan Emas di Era New NormalNamun, lanjut Rizal, jika kaya dan miskin ini justru menjauhkan kepada jalan Allah, maka pada hakikatnya tidak bermakna di hadapan Allah. Sehingga, dalam hal ini menjadi penting untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Instrumen ziswaf merupakan garansi sosial. Investasi zakat dapat membuat kehidupan di dunia dan akhirat lebih baik.
“Setidaknya akan bertambah keimanan seseorang, bertambah pula pahala, dan bertambahnya keberkahan seseorang. Dari semuanya ini akan memberikan kemudahan untuk mendapatkan rezeki,” tambahnya.
Melalui zakat, diyakini dapat menambahkan nilai konsumtif bagi orang yang kurang beruntung. Selain itu, zakat juga dapat menjadi nilai produktif dan memfasilitasi orang miskin.
“Jadi zakat merupakan instrumen mekasinme distribusi pendapatan. Distribusi ini bukan pilihan, tapi merupakan sesuatu yang wajib,” ujarnya.
(zul)