Langit7, Banten - Peluang budi daya lobster air tawar terbilang prospek bisnis yang menjanjikan. Selain kian diminati untuk kebutuhan konsumsi, lobster air tawar juga memiliki harga jual yang lebih mahal.
Hal itulah yang menjadikan muslim asal Tangerang, Mauda Irvan Hakim terjun langsung untuk menjalani usahanya di sektor budi daya lobster air tawar. Menurutnya, lobster air tawar ini banyak diminati khususnya untuk kebutuhan menu restoran atau pun masyarakat.
“Lobster air tawar ini biasa diolah seperti lobster atau udang pada umumnya, dengan tekstur daging kenyal dan lebih gurih,” katanya dikanal Youtube Jagadtani TV.
Baca juga: Digitalisasi jadi Kesempatan Emas di Era New NormalIrvan tadinya sempat bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan. Namun, ia mengaku mendapati titik jenuhnya saat itu dan memutuskan mundur dari pekerjaan lamanya untuk memulai merintis usaha.
Ia sempat tertarik untuk menjalankan usahanya di budi daya perikanan, tapi melalui riset yang dilakukannya, ia mendapati sektor tersebut telah dilakukan oleh banyak orang. Untuk itu, ia menemukan adanya peluang usaha yang baik dari budi daya lobster air tawar, yang dinamakan BSD Lobster Farm.
“Apalagi lobster karena memang biasa hidup di dasar air, jadi untuk makannya pun sedikit tidak seperti ikan konsumsi. Buat saya itu menjadi peluang yang sangat bagus, karena bisa hemat biaya pakan, air, dan listrik,” ujarnya.
Untuk pakannya juga tidak terlalu sulit, Irvan hanya memberikan pelet udang tenggelam dengan jumlah sedikit dan diselingi dengan pemberian kacang-kacangan, seperti kacang hijau atau kacang kedelai.
Lobster air tawar, lanjut Irvan, hanya perlu diberi makan dua kali sehari, yakni pagi dan malam. Waktu malam inilah biasanya ia melebihi porsi makan untuk lobster karena memang hewan bercapit ini tergolong ke dalam hewan nocturnal.
“Di sini saya menggunakan kolam semen, dari segi ketahanan lebih baik ketimbang kolam terpal. Selain itu, semakin luas kolam akan semakin baik untuk perkembangan lobster air tawar,” jelasnya.
Melalui BSD Lobster Farm, Irvan mampu menjual beragam hasil panennya tergantung dari kelas tertentu. Seperti grade C, yang dalam per kilogramnya berisi sekitar 30 ekor dihargai Rp120 ribu, grade B dengan harga Rp155 ribu per kilogram yang berisi 20-25 ekor, sementara grade A dengan jumlah per kilogramnya 10-20 ekor dihargai Rp175-250 ribu.
Kendati mudah, murah, dan menguntungkan, budi daya lobster air tawar juga bukan berarti tanpa tantangan. Seperti yang dialaminya saat menemui satu kolam budi daya lobster air tawar mengalami kematian.
“Mati satu kolam jumlahnya sekitar 90 ekor, karena salah perawatan dan pemberian pakan. Tapi menurut saya itu wajar dalam menjalankan budi daya apa pun,” ujarnya.
Baca juga: Dosen Ini Sukses Budi Daya Ikan Gabus dari Hasil PancinganUntuk itu, ia yang mulai memahami seluk-beluk lobster air tawar, kini selalu berupaya untuk memberikan penanganan yang tepat. Ia berpesan kepada pemula yang ingin terjun langsung ke dalam usaha budi daya lobster air tawar ini untuk tidak langsung memikirkan untungnya.
“Jadi lebih baik melihat dan menjalankan prosesnya aja dulu. Kalau memang suka di bidang perikanan, apa pun kendalanya itu seharusnya tidak menjadi masalah,” tegasnya.
(zul)