Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

Dua Rakaat Fajar Lebih Baik Dibanding Dunia dan Seisinya, Begini Maksudnya

ahmad zuhdi Ahad, 31 Oktober 2021 - 04:45 WIB
Dua Rakaat Fajar Lebih Baik Dibanding Dunia dan Seisinya, Begini Maksudnya
Ilustrasi ibadah setelah adzan Subuh yang membuat lebih kaya dari Jeff Bezos. Foto: Antaranews
LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap laki-laki muslim dianjurkan untuk shalat berjamaah di masjid, wabil khusus shalat fardhu. Dalam hadist shahih riwayat Bukhari dinyatakan, shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan pahala 27 derajat.

Namun untuk shalat sunnah, lebih utama dilaksanakan di rumah. Dalam suatu hadits dinyatakan sebagai berikut:

Rasulullah SAW bersabda: “...maka shalatlah wahai manusia di rumah-rumah kamu, karena shalat yang paling utama shalatnya seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR Bukhari: Fathul Bari, 2: 306).

Baca Juga: Doa ketika Melihat atau Mengalami Musibah Kecelakaan

Hadits ini menunjukkan bahwa pelaksanaan shalat sunnat itu lebih baik di rumah, baik itu shalat rawatib atau shalat tahajjud. Nabi SAW sendiri sering melaksanakan shalat qabla shubuh atau ba'da maghrib di rumah.

Demikian juga tahajjud, tetapi tentu saja tidak semua shalat sunnat, seperti tahiyyat al-Masjid, tentu saja harus di mesjid, demikian juga Id al-Fithri dan Id al-Adhha.

Menjelang shubuh, salah satu shalat sunnah yang dianjurkan adalah shalat dua rakaat fajar. Di mana dalam suatu hadits dinyatakan dua rakaat fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya. Sebenarnya, apa yang dimaksud shalat dua rakaat fajar.

Baca Juga: Rahasia Shalat Semalaman Suntuk, Cukup Kerjakan Isya Berjamaah

Yang dimaksud dengan dua rakaat fajar itu ialah shalat sunnah qabla shubuh (setelah adzan) bukan shalat menjelang fajar. Shubuh itu kadang disebut Shubuh, kadang disebut fajar. Nabi SAW tidak pernah shalat sunnah menjelang fajar.

Ungkapan lebih baik daripada dunia dan seisinya adalah menunjukkan keutamaan shalat sunnat qabla shubuh sampai dinilai lebih baik daripada harta dan kekayaan dunia, dimana Allah menilai dunia itu Mata'un Qalil, sebagaimana firmanNya dalam surat at-Taubah ayat 38:

فَمَا مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

Latin: Fa mā matā'ul-ḥayātid-dun-yā fil-ākhirati illā qalīl.

Arti: Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

Baca Juga: Tafsir Surat Al Fushilat ayat 30, Bahagia dengan Istiqamah dalam Islam

Dalam tafsir as-Sa'di disebutkan: Segala urusan, mana yang lebih berhak untuk di dahulukan? Bukankah dunia dari awal sampai ujung tiada bandingannya dengan akhirat? Berapakah umur manusia yang sangar pendek itu sehingga dia menjadikannya tujuan akhir, sehingga seluruh usahanya, pikirannya, tindak tanduknya,yang ambisinya tidak lebih kecuali untuk dunia yang pendek yang penuh dengan polusi yang sarat dengan marabahaya?

Dengan dasar apakah kamu mementingkannya di atas kehidupan akhirat, yang padanya terdapat seluruh nikmat, yang padanya terdapat seleluruh apa yang di inginkan oleh jiwa dan di nikmati oleh mata dan kamu pun kekal di dalamnya? Demi Allah, tidak akan mendahulukan dunia di atas akhirat orang yang imannya mantap di hatinya, pikirannya matang di kepalanya, yang termasuk sebagai Ulil Albab (orang-orang yang berakal).

Baca Juga: Hukum Shalat Pakai Celana Jeans Sobek, Hati-Hati Tidak Sah

Demikianlah pesan dari ayat tersebut, semoga menjadi motivasi kita semua untuk dapat istikamah melaksanakan shalat shubuh berjamaah di masjid. Dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga:

Manfaat Hafal Al Quran untuk Tingkatkan Kecerdasan Otak

Muslim Harus Menjaga Kesucian Makanan sebagai Syarat Sah Beribadah


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)