Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

Muslim Harus Menjaga Kesucian Makanan sebagai Syarat Sah Beribadah

fajar adhitya Ahad, 24 Oktober 2021 - 17:30 WIB
Muslim Harus Menjaga Kesucian Makanan sebagai Syarat Sah Beribadah
Muslim harus menjaga kesucian makanan. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang muslim harus menjaga kesucian makanannya sebagai syarat sah beribadah. Salat satu caranya dengan memastikan tidak ada hal yang haram dikonsumsi.

Hadas kecil di tubuh bisa dibersihkan dengan cara berwudhu atau tayamum. Sementara hadas besar yakni dengan mandi wajib. Kesucian di sini termasuk menjaga kebersihan di tempat shalat, mewaspadai adanya najis.

Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Ahsin Sakho Muhammad, menjelaskan saat seorang muslim ingin mendirikan shalat hendaknya menjaga kesucian diri dari najis.

"Makanan pun harus dijaga agar yang masuk bukan barang-barang haram baik secara aini ataupun sababi," kata Ashin, Sabtu (23/10/2021).

Haram aini adalah sesuatu yang haram karena dzatnya haram seperti khamr, daging babi, daging hewan yang disembeli tanpa menyebut nama Allah.

Sedangkan haram sababi adalah haram karena suatu sebab yang dilarang dalam Islam, contohnya memakan makanan dari hasil curian atau korupsi.

Shalat adalah doa kepada Allah. Syarat diterimanya dan terkabulnya doa adalah bersih dari mengonsumsi barang haram. Sebagaimana sabda Rasulullah dari Abu Hurairah:

"Wahai sekalian manusia sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: 'Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan'."

Dan Allah juga berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu." Kemudian Nabi shallallahu alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa: "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku."

"Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan donya?"

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)