LANGIT7.ID, Jakarta - - Sahabat Langit7 apakah Anda ingat kapan terakhir mengganti seprai beserta sarung bantalnya? Tanpa disadari, banyak dari kita yang tidak menjadwallkan secara rutin untuk mengganti seprai dan sarung bantal. Kebiasaan yang sering dilakukan adalah mengganti seprai saat sudah terlihat kotor dan kusam saja.
Tapi tahukah Anda jika seprai ternyata menyimpan banyak hal tak terlihat seperti kotoran, debu dan tungau?
Lebih jauh, kotoran itu seperti keringat, air liur, air kencing, kulit, make up dan berbagai hal lain bisa menjadi penyebab tumbuhnya bakteri dan virus di seprai.
Untuk itu perlu dilakukan upaya rutin untuk mengganti seprai dan sarung bantal secara berkala. Lantas berapa lama waktu yang terbaik untuk mengganti seprai?
Baca juga : Jaga Kebersihan Masjid, Marbot pun Berjasa Cegah Penularan CovidDikutip dari laman
metro.co.uk. Menurut Philip Tierno dari New York University School of Medicine, dari hasil studi yang dilakukan beberapa ahli termasuk Philip mengungkapkan bahwa waktu yang tepat untuk ganti seprai adalah satu minggu sekali. Ini adalah waktu paling ideal dan rata-rata untuk ganti seprai.
"Usahakan untuk mengganti sprei dalam satu atau paling lama dua minggu sekali. Tapi tetap, ini tergantung seberapa parah kotoran yang ada di saprai tempat tidur Anda. Semakin mudah kotor, disarankan agar Anda mengganti dan mencucinya semakin sering." terang Philip.
Sedangkan untuk mereka yang memiliki riwayat asma, aleergi debu, infeksi ataun sedang ada luka, memiliki keringat berlebih sebaiknya mengganti seprai dan sarung bantal. Hal ini bertujuan vagar memiliki kualitas tidur yang baik serta menjaga kesehatan dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan kuman.
Kategori lain yang wajib untuk mengganti seprai dan sarung bantalnya secara rutinn adalah mereka yang tidur dengan hewan peliharaannya. Sebab, hewan mengandung sumber bakteri dan kuman yang tak terlihat.
Terlebih bagi mereka yang menjadikan kasur sebagai tempat makan, yang sedikit banyak pasti ada sisa makanan yang terjatuh. Atau mereka yang langsung tidur setelah beraktivitas dari luar, sebaiknya mengganti sprei dan sarung bantal lebih sering. Karena dikhawatirkan akan banyak bakteri dan kuman yang menempel dan hidup di kulit Anda.
Dengan tidak mengganti atau mencuci seprai secara berkala membuat Anda mudah terkena jamur, bakteri, serbuk sari dan bulu binatang yang biasa ditemukan di seprai dan tempat tidur lainnya. Hal-hal lain yang ditemukan di seprai termasuk sekresi tubuh, keringat, dan sel-sel kulit.
Meski belum tentu mengakibatkan Anda sakit, tapi secara teori bisa seperti memicu eksim atau dermatitis. Bahkan bisa memperburuk orang yang menderita asma dan alergi.
Lalu sebaiknya apa yang dilakukan? Anda disarankan untuk mencuci seprai tempat tidur menggunakan air hangat. Biasanya, semakin panas airnya, maka makin banyak bakteri dan alergen yang hilang.Namun, tetap perhatikan petunjuk perawatan pada label dan cuci dengan aturan yang direkomendasikan. Selain itu, menyetrika seprai setelah dicuci juga dianjurkan.
Baca juga : Rahasia Stamina Karim Benzema, Hobi Terapi Kesehatan ala RasulullahSelain seprai perlengkapan tidur lain yaitu selimut juga harus rutin dicuci setiap satu atau dua minggu. Sebuah studi tahun 2005 menilai kontaminasi jamur pada tempat tidur, menemukan bahwa bantal, terutama yang diisi bulu dan sintetis, adalah sumber utama jamur. Bantal yang diuji berkisar antara 1,5 hingga 20 tahun.
Bantal harus diganti setiap satu atau dua tahun. Menggunakan pelindung bantal dapat membantu meminimalkan debu dan bakteri. Selimut dapat bertahan selama 15 hingga 20 tahun bila dicuci atau dikeringkan secara teratur.
(est)