LANGIT7.ID - - Yemberzal, menjadi grup musik Sufi pertama di Khasmir, India yang seluruh personilnya perempuan. Jenis musik ini disebut telah punah dimana tradisi di Khasmir menempatkan musik ini hanya dimainkan oleh kaum laki-laki.
Musik Sufiyana sendiri memiliki lirik berbahasa Persia dan berdasarkan ayat-ayat puisi yang berakar dari Asia Tengah. Musik yang terbilang langka ini karena peminatnya yang berkurang. Banyak faktor yang menyebabkan musik Sufi ini perlahan menghilang.
Diantaranya karena hilangnya perlindungan pemerintah hingga munculnya kelompok Islam konservatif juga perselisihan sipil serta eksodus Pandit Kashmir dari wilayah tersebut. Kashmiri Pandit adalah salah satu pelindung utama musik Sufi.
Baca juga : Dekatkan Diri ke Allah, Komunitas Ini Pakai Media Musik dan Lirik LaguMasyarakat setempat melakukan banyak cara untuk menjatuhkan Yemberzal, karena tradisi yang melarang perempuan untuk memainkan musik yang langka tersebut. Bahkan, orang tua dari salah satu personil tersebut mengalami pelecehan dari tetangganya.
Nama Yemberzal diambil dari bunga yang mekar saat musim semi di Kashmir. Sebelumnya band ini tidak memiliki nama sejak 2015 hingga 2020. Yemberzal hanya dikenal sebagai band perempuan Sufiyana.
Menurut Gulsha Latif (22), salah satu personil, band mereka sangat penting karena secara tak langsung membawa pesan sendiri bagi anak-anak perempuan di Khasmir yang diposisikan hanya untuk mengurus rumah.
"Ini menjadi kebanggaan bagi kami, dimana mereka terinspirasi dari Yemberzal, dan menganggap grup musik ini sebagai perintis musik Sufiyana" kata Gulsha.
Baca juga : Salut, Komunitas Musik Jalanan Bogor Sosialisasikan Prokes ke WargaMeski sempat mendapat ledekan saat akan tampil, namun hal tersebut tak dihiraukan Gulsha dan kawan-kawan. Mereka terus maju karena rasa tertarik yang sangat dalam pada musik dan bakat yang mereka miliki.
"Kami pertama kali tampil di kompetisi tingkat lokal kemudian nasional. Di sana kami menang sebagai juara pertama," kata Irfana Yusuf, 22 tahun.
"Kami bekerja keras untuk menghidupkan lagi seni ini, seperti halnya bunga Yemberzal yang mekar setelah musim dingin yang berat. Begitu juga band kami yang berkembang setelah melewati banyak perjuangan," lanjut Irfana.
Irfana berharap band musiknya akan terus hidup layaknya bunga Yemberzal.
(est)