Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 16 Juli 2026
home wirausaha syariah detail berita

Mobilitas Mulai Meningkat, Ini Sektor yang Mengalami Inflasi

mahmuda attar hussein Rabu, 03 November 2021 - 14:15 WIB
Mobilitas Mulai Meningkat, Ini Sektor yang Mengalami Inflasi
ilustrasi inflasi. Foto: Pixabay
Langit7, Jakarta - Seiring peningkatan mobilitas, pemerintah memproyeksikan potensi inflasi yang menguat secara bertahap. Diperkirakan mencapai 1,8 persen secara tahunan (yoy), dilihat dari perkembangan Oktober dan pulihnya mobilitas masyarakat akibat dilonggarkannya PPKM.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Febrio Kacaribu mengatakan, pemerintah mengantisipasi terjadinya ledakan mobilitas yang dapat berisiko penularan wabah Covid-19. Salah satunya dengan menghapus cuti bersama akhir tahun dan memperketat syarat perjalanan antardaerah.

Lebih lanjut, perayaan Natal dan Tahun Baru, serta liburan akhir tahun menjadi momen peningkatan konsumsi. Sehingga dapat mendorong kenaikan inflasi.

"Tercatat, laju inflasi Oktober sebesar 1,66 persen (yoy), meningkat dari angka September 1,60 persen (yoy). Kenaikan ini dipengaruhi naiknya inflasi administered price seiring mobilitas masyarakat yang meningkat di tengah masih tumbuh terbatasnya inflasi inti dan melambatnya inflasi volatile food,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (3/11).

Baca juga: Kompetensi Digital Dapat Tingkatkan Daya Saing Pekerja di Indonesia

Secara bulan ke bulan (mtm), inflasi terjadi sebesar 0,12 persen (mtm) sehingga kumulatif mencapai 0,93 persen (ytd). Secara spasial, 68 kota mengalami inflasi dan 22 kota mengalami deflasi.

Adapun kelompok yang mengalami tren kenaikan inflasi, seperti kebutuhan sandang, jasa perumahan, perlengkapan rumah tangga, dan transportasi. Di sisi lain, juga terdapat perlambatan terbatas pada kesehatan, pendidikan, dan penyediaan makanan dan minuman atau restoran.

Inflasi volatile food mengalami penurunan, mencapai 3,16 persen (yoy), turun dari angka September 3,51 persen (yoy) yang dipengaruhi penurunan harga pangan, seperti telur ayam dan sayuran.

Baca juga: Luncurkan Koperasi, HIPSI Jateng Siap Cetak 1.000 Santripreuner

Turunnya harga telur disebabkan oleh pasokan telur secara nasional masih surplus karena penyerapan yang belum maksimal akibat berbagai pembatasan kegiatan, demikian harga sayuran yang turut menurun karena melimpahnya stok akibat faktor panen.

Di sisi lain, peningkatan harga terjadi juga pada komoditas cabai merah, daging ayam ras, serta minyak goreng. Harga minyak goreng meningkat tajam akibat harga Crude Palm Oil (CPO) global yang masih dalam tren meningkat.

“Pemerintah berkomitmen menjaga akses pangan masyarakat miskin dan rentan dengan melakukan penyaluran bantuan sosial pangan, serta melakukan stabilisasi harga pangan pokok, terutama beras. Pemerintah Pusat dan Daerah juga terus memantau potensi kenaikan harga pangan di akhir tahun mengingat faktor masuknya musim penghujan dan momen perayaan Natal dan liburan akhir tahun,” katanya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 16 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan