LANGIT7.ID - , Jakarta - Anggrek merupakan tanaman hias yang anggun dan halus yang bisa tumbuh di semua benua, kecuali Antartika. Bunga anggrek bukan tanaman hias yang sulit tumbuh di kondisi tertentu, seperti violet Afrika. Cara menanamnya pun mudah, hanya saja bagi pemula musti memperhatikan tahapan menanam anggrek.
"Anggrek memiliki banyak jenis, tapi yang paling populer adalah anggrek ngengat," kata desainer bunga di The Bouqs Company Kaylyn Hewitt seperti dikutip dari Country Living, Rabu (3/11/2021).
Kaylyn menambahkan, meski anggrek ngengat dapat mekar sepanjang tahun, tapi musim utamanya adalah di akhir musim dingin hingga musim semi.
Anggrek yang memiliki nama ilmiah Phalaenopsis sekilas memang mirip ngengat yang sedang membuka sayapnya. Tanaman ini termasuk jenis yang mudah ditanam dan menghasilkan bunga-bunga yang cantik bila dirawat dengan tepat.
Agar tetap bisa menikmati cantiknya bunga anggrek di taman Anda, ikuti tips di bawah ini supayar anggrek terus berkembang.
1. Media tanam Agar anggrek ngengat cepat berbunga, usahakan gunakan campuran tanah dan kulit kayu yang pas sebagai media tanam. Anda bisa menempatkannya di pot plastik atau gerabah. Tapi, bila cenderung sering menyiram, sebaiknya gunakan pot tanah liat agar air yang banyak tersebut bisa dibagi.
Selain dua jenis media tanam tadi, Anda juga bisa menggunakan lumut terutama jenis spaghnum. Tapi tidak sembarangan menggunakan media tanam ini. Pertama yang harus Anda lakukan adalah menjemur lumut hingga kering agar tidak akar anggrek tidak cepat busuk.
Baca juga : Tanaman Rempah Selain Cocok Jadi Bumbu, Juga Cantik untuk Dekorasi Rumah2. Pencahayaan Dalam proses pembungaan, anggrek membbutuhkan cahaya yang cukup. Jauhkan anggrek dari sinar matahari langsung. Sebaiknya tempatkan anggrek di tempat yang banyak mendapat cahaya matahari atau hangat, misalnya di jendela atau di bawah pohon.
3. Pemberian pupuk Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, taburkan pupuk buatan atau NPK dengan perbandinngan 20:20 yang dilarutkan sebulan sekali. Gunakan setengah dari dosis yang dianjurkan pada kemasan. Selain itu hindari menggunakan pupuk urea atau nitrogen berlebihan karena dapat merusak akar.
4. Memotong batang anggrek Umumnya, bunga anggrek yang sudah layu akan meninggalkan batang yang terlihat beruas. Bila ada batang anggrek yang terlihat masih hijau, coba rangsang dengan memotong hingga kira-kira 2-3 ruas dari dasar agar bisa berbunga kembali. Tapi, bila batang anggrek terlihat tidak segar dan kusam, sebaiknya dipotong dan tunggu batang baru kurang lebih sebulan untuk tumbuh.
Baca juga : Santri ini Sukses Hasilkan Rp1 Miliar dari Bisnis Ikan Koi dan Bibit Tanaman5. PenyiramanSeperti dijelaskan sebelumnya, anggrek ngengat membutuhkan air yang "pas", sebab bila terlalu banyak atau sering disiram bisa mengakibatkan akarnya cepat busuk dan mati. Sebaiknya siram anggrek ngengat sebulan sekali dan pastikan media tanamnya benar-benar kering.
Tapi, tetap perhatikan tingkat kekeringan pada anggrek ngengat. Sebab, bila anggrek ngengat mengalami kekeringan bisa lebih cepat mati dibanding saat kelebihan air.
(est)