LANGIT7.ID - - Perusahaan lampu terdepan, Signify (Euronext: LIGHT) meminta para pemimpin dunia dan bisnis untuk mempercepat transisi ke pencahahayaan LED terkoneksi yang hemat energi. Para pemimpin dunia dan bisnis harus fokus membuat perubahan yang memberikan hasil dengan cepat, serta berdampak pada pasar pencahayaan profesional dan konsumen.
Seruan ini sebagai langkah mempercepat dekarbonisasi dan memajukan digitalisasi bisnis dan konsumen. Dengan mengadopsi LED hemat energi akan berkontribusi pada pengurangan emisi negara-negara setidaknya 55 persen pada tahun 2030.
Satu dekade sebelumnya, Signify pun menyerukan untuk menghapus bola lampu pijar dan kini meminta dunia untuk beralih ke pencahayaan LED terkoneksi yang hemat energi menjadi standar baru.
Baca juga : Kejar Target EBT dan Penurunan Emisi, PLN-CEIA Perkuat KolaborasiMenurut temuan Signify, dengan beralih ke pencahayaan LED di pasar profesional dapat mengurangi emisi CO2 sebesar 553 juta ton, yang merupakan jumlah emisi yang dapat diserap oleh 25 miliar pohon dalam setahun.
Pengalihan ini juga akan menghasilkan penghematan listrik sebesar 1.132 TWh, yang setara dengan konsumsi listrik tahunan 494 juta rumah tangga. Ini akan menghemat total EUR 177 miliar per tahun untuk biaya listrik.
Langkah ini akan berkontribusi pada pencapaian tujuan rencana pemulihan ekonomi di seluruh dunia, termasuk Kesepakatan Hijau Eropa, dan American Jobs Plan, serta komitmen yang dibuat negara-negara dalam Perjanjian Paris.
Seruan untuk aksi tersebut juga mencerminkan sentimen yang diungkapkan oleh Badan Energi Internasional (IEA). Dalam laporan 'NetZero pada tahun 2050' baru-baru ini, IEA merekomendasikan agar "pangsa lampu LED dalam total penjualan bohlam mencapai 100% pada tahun 2025 di semua wilayah" di dunia. Dan bahwa standar kinerja energi minimum harus disertai dengan kontrol cerdas untuk berbagai peralatan.
“Dekade saat ini hingga tahun 2030 akan menentukan bagi para pemimpin dunia untuk mencapai sasaran nol bersih pada tahun 2050. Mereka harus mendukung komitmen dengan aksi yang memberikan hasil dalam jangka pendek hingga menengah,” kata Kepala Energi di IEA Brian Motherway.
Sejalan dengan itu, CEO Signify Eric Rondolat mengatakan mengadopsi teknologi hemat energi dapat meringankan banyak tantangan energi yang dihadapi dunia dalam kelangkaan listrik dan bahan bakar, serta kenaikan harga.
Baca juga : Taiwan Kejar Target Capai Masa Depan dengan Emisi Nol-Bersih“Kita dapat bertindak hari ini dengan mempercepat peralihan ke pencahayaan hemat energi, dengan menggandakan tingkat renovasi gedung per tahun, dan dengan memobilisasi konsumen untuk membuat dampak signifikan mereka sendiri dalam Berpacu Menuju Nol,” kata Eric.
Eric menambahkan, dengan mendorong peningkatan efisiensi energi akan mengurangi emisi, dan pada saat bersamaan, menghemat uang para pebisnis dan konsumen, serta menciptakan lapangan kerja.
(est)