LANGIT7.ID, Jakarta - Bank Syariah Indonesia (BSI) menyatakan komitmennya dalam mendukung UMKM penunjang industri hulu migas. Group Head SME Business Group BSI, Agus Suhendro mengatakan, potensi perkembagan UMKM Indonesia sangat besar dan terus meningkat setiap tahun.
"BSI berkomitmen untuk ikut serta dalam memenuhi kebutuhan modal kerja UMKM melalui produk-produk kami. Penyaluran pembiayaan UMKM kami meningkat dari 2019 sebesar Rp 10,36 Miliar menjadi Rp16,21 Miliar di tahun 2020," kata Agus dalam pernyataan tertulis.
Saat ini BSI merupakan bank syariah yang lebih kuat setelah
merger-nya Bank Syariah Himbara menjadi BSI. Bank dengan
market share ke-7 di Indonesia tersebut terus menguatkan kapasitasnya untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
"Pengusaha juga tidak perlu takut dengan dukungan jaringan BSI karena saat ini BSI telah memiliki 11 kantor regional, di 45 area, 1365
outlet, dan juga 2086 ATM," ucapnya.
Agus menguraikan, BSI mendukung usaha nasabah atau calon nasabah yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Selain itu, ada modal kerja yang dipertunukan untuk pembelian barang atau bahan baku usaha, refinancing aset yang dimiliki nasabah, juga take over fasilitas pembiayaan usaha.
"Selain itu kami juga menghadirkan pembiayaan untuk investasi dalam pembelian tempat usaha, kendaraan operasional usaha, renovasi juga
take over fasilitias pembiayaan investasi," ungkapnya.
Industri hulu migas termasuk sektor yang membutuhkan dukungan pendanaan besar. Kehadiran BSI dalam memberikan dukungan akan menjadi angin segar untuk pertumbuhan pelaku UMKM di sektor penunjang hulu migas.
(asf)