LANGIT7.ID, Jakarta - Banjir yang melanda kawasan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan pada Ahad (7/11) diduga karena meluapnya kali Ciliwung yang berada tepat di belakang pemukiman warga Jalan Bina Warga RT 03/RW 07. Ketinggian air diperkirakan mencapai 20-40 cm.
Istri Ketua RT 03 RW 07, Sri Sumarni, mengatakan tingginya curah hujan membuat kawasan Rawajati terendam banjir hingga mencapai ketinggian dua meter lebih. Dia menyebutkan, banjir yang melanda ini menjadi yang terparah dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Tangani Banjir, Pemkot Jakarta Barat Siagakan 12 Mobil Pompa Air"Ada 50 kepala keluarga dengan 133 jiwa yang semuanya terkena banjir. Itu yang paling parah terendam di lapangan bulu tangkis," kata perempuan berusia 45 tahun itu.
Sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga terus berupaya mempercepat pengurangan genangan dengan pompa air. Warga setempat juga gotong royong mengurai genangan dan membersihkan sisa-sisa lumpur dari banjir.
"Kondisi cuaca sekarang tidak bisa diprediksi, tiba-tiba ada banjir. Warga di sini sudah menjaga kewaspadaan. Kita sudah paham juga barang-barang yang berharga itu sudah diamankan," ujarnya.
Baca Juga: Cuaca Tak Menentu, Berikut Tips Berkendara di Tengah Hujan LebatSementara kesaksian warga lainnya yaitu Yani, menyebut banjir yang terjadi sejak Ahad (7/11) itu dikarenakan hujan deras yang tak kunjung reda. Hingga saat ini, Yani bersama warga setempat masih berupaya mengeluarkan air dan lumpur dari pekarangan rumah.
"Pas banjir, warga langsung beranjak ke lantai dua rumahnya masing-masing. Ketinggian air mulai surut sejak Senin subuh," ungkapnya. (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga:Keringanan Shalat saat Bencana, Jadi Solusi Korban Banjir
Komunitas Warga Melayu Keturunan Aceh Bantu Korban Banjir di Kedah Malaysia(asf)