LANGIT7.ID - - Sebuah keluarga di Palestina, mengembalikan uang kertas yang diberikan oleh seorang prajurit Ottoman untuk disimpan selama lebih dari satu abad yang lalu. Keluarga Al-Aloul menyerahkan uang tersebut kepada Konsul Jenderal Turki Ahmer Riza Demirer dalam sebuah seremoni di Kota Nablus.
Mereka mengatakan bahwa prajurit tersebut meminta mereka untuk menyimpan uang itu selama Perang Dunia Pertama, dengan mengatakan, "Jika kami kembali, saya akan mengambilnya kembali." seperti dilansir dari The New Arab, Selasa (9/11/2021).
Baca juga: Abad 15 Turki Utsmani, Ilmu Medis Darrusifa Sukses Vaksinasi Penderita CacarKekaisaran Ottoman, bagaimanapun, berada di pihak yang kalah dalam Perang Dunia Pertama dan kehilangan kendali atas Palestina. Disebutkan Keluarga Al-Aloul telah memiliki uang kertas tersebut selama lebih dari 106 tahun.
Demirer berterima kasih kepada Keluarga Al-Aloul karena sudah menyimpan uang dengan aman dan mengatakan bahwa orang-orang Turki dan Palestina memiliki banyak kesamaan.
"Kami berpisah 100 tahun yang lalu, tetapi ini hanyalah pemisahan administratif, hati kami akan selalu bersama," kata Demirer, seraya menambahkan bahwa rakyat Palestina telah "menderita pendudukan selama 100 tahun".
Ragheb Helmi Al-Aloul mengatakan dalam sebuah pidato di upacara itu bahwa dia telah menyimpan uang itu dengan aman setelah ayah dan kakeknya meninggal.
Paman buyut Ragheb, Muti Al-Aloul, mengenal tentara Utsmaniyah dengan baik karena keduanya bertugas bersama saa Perang Dunia Pertama pecah, kata Al-Aloul.
Prajurit itu memberikan uang itu kepada Muti untuk disimpan dan Muti menyerahkannya kepada saudaranya Omar, kakek Ragheb.
Tidak ada catatan tertulis tentang nama tentara Ottoman yang selamat. Nasib Muti dan prajurit itu masih belum diketahui hingga hari ini.
Baca juga: Klaim Vaksin Pertama Kali Ditemukan di Era Turki Utsmani, Begini KisahnyaUang kertas yang dikembalikan tersebut berjumlah 152 lira Ottoman atau setara dengan US$30.000, bila dirupiahkan menjadi Rp427.080.000. Keluarga Al-Aloul menyimpan uang kertas tersebut di brankas besi di pabrik milik mereka.
Palestina berada di bawah pemerintahan Ottoman dari tahun 1516 hingga 1917, ketika diduduki oleh Inggris selama Perang Dunia Pertama. Pada tahun 1917 Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour, menjanjikan "rumah nasional" bagi orang-orang Yahudi di Palestina.
(est)