Langit7, Jakarta - Tanaman hias di tengah puncak pandemi, tepatnya tahun lalu cukup digemari oleh banyak masyarakat. Hal itu dikarenakan kebijakan work from home yang diterapkan pemerintah untuk mengurangi mobilitas masyarakat.
Akibat pandemi, banyak masyarakat yang mulai mencari kesibukan mereka di rumah, salah satunya dengan memelihara tamaman hias.
Baca juga: Wapres Dukung Pembangunan Kawasan Industri Halal GresikMenurut pemilik usaha tanaman hias Fairuz Orchid Nursery, Rumiayati, pada puncak pandemi Covid-19 tahun lalu, merupakan puncak omzet bagi para pelaku usaha tanaman hias pula.
"Pada awal pandemi usaha tanaman saya Alhamdulillah lebih meningkat ,dan pemutaran uang lebih cepat," ujarnya kepada Langit7.id, Rabu (11/11).
Baca juga: Muslimah Ini Sukses Usaha Anggrek, Jangkau Hampir Seluruh IndonesiaKendati demikian, sekarang ini di masa angka penularan Covid-19 sudah mulai menurun dan mobilitas masyarakat lebih longgar, ternyata cukup berdampak pada usaha tanaman hias. Di mana mulai mempengaruhi omzet mereka.
"Penjualan nya menurun drastis dibanding awal pandemi kemarin. Setelah pandemi mereda, omzet pun ikut merosot jauh, mungkin karena perputaran uang belum stabil," ujarnya.
Baca juga: Upaya Kementan Kembangkan Penggunaan Inovasi dan Teknologi PertanianRumiayati mengaku, kini omzet yang ia dapatkan dari penjualan tanaman hiasnya menurun bahkan hingga 50-60 persen. Untuk itu, ia bakal menyiapkan strategi ke depan untuk meningkatkan pemasarannya.
"Untuk para petani tanaman hias sepertinya dalam beberapa bulan kedepan harus extra sabar. Namun, ada hikmahnya jadi tanaman di kebun bisa diperbanyak lagi," tambahnya.
(zul)