Langit7, Bogor - Anggrek merupakan tanaman bunga yang memiliki banyak jenis. Tanaman ini cukup digemari karena keindahan kelopak bunganya dengan warna ungu kemerahan yang mencolok.
Apalagi, di tengah pandemi ini, tanaman hias cukup diminati oleh banyak masyarakat. Sehingga cukup berpengaruh dalam meningkatkan penjualan usaha tanaman hias, khususnya anggrek.
Baca juga: Upaya Kementan Kembangkan Penggunaan Inovasi dan Teknologi PertanianSeperti yang dialami Rumiayati, muslimah asal Bogor. Melalui usaha tanaman hiasnya Fairuz Orchid Nursery, ia mampu mendongkrak penjualan anggreknya.
"Saya suka ketika lagi banyak orderan dan di kebun saya penuh anggrek, itu suka banget. Tapi dukanya kalau pemesanan sangat banyak, tapi (anggrek) di kebun mulai menipis," tuturnya dikanal Youtube agromaritim.
Dengan pemasaran secara online, Rumayati mengaku dapat mengembangkan usahanya cukup signifikan. Apalagi, sang suami juga berprofesi sebagai pebudi daya anggrek sehingga kegiatan mereka saling mendukung.
Baca juga: Pandemi, Ekspor Komoditas Sayuran Naik 100 Persen LebihMenurutnya, usaha tanaman hias cukup menjanjikan. Pasalnya, dengan media online, bisa memberikan kemudahan pemasaran dan menjalin relasi dengan komunitas pecinta anggrek.
"Di sini kami biasa jual bibit mulai dari Rp17-20 ribuan. Untuk yang remaja bisa Rp30 ribu, sementara dewasa Rp35-40 ribu. Semua tergantung dari pohon itu sendiri besar kecilnya," jelasnya.
Kini, Rumiayati telah mampu menjangkau hampir di seluruh Indonesia untuk pemasaran anggreknya. Bahkan, kata dia, Bali menjadi salah satu tempat yang rutin melakukan pemesanan anggrek di Fairuz Orchid Nursery.
(zul)