Langit7, Jakarta - Produk herbal biasanya berupa obat-obatan atau suplemen, dan minuman yang berasal dari tumbuhan seperti daun, akar, bunga, serta bagian dari tumbuhan lainnya.
Produk herbal sendiri telah lama dipercaya masyarakat luas sebagai alternatif pendukung kesehatan yang berkhasiat menangani sejumlah penyakit. Sehingga produk ini cukup diminati oleh banyak kalangan.
Peluang itu dimanfaatkan oleh muslimah asal Yogyakarta untuk mengembangkan bisnisnya. Melalui brand Sekar Jawi, sang pemilik Septi Setiani berupaya memenuhi permintaan pasar tersebut.
Baca juga: Yuk! Intip Inspirasi dari 250 UMK di PLN TJSL Fest 2021Sekar Jawi merupakan brand produk obat dan minuman herbal, serta kosmetik. Dirintis pada 2012 lalu, kini Sekar Jawi bisa dikatakan berkembang cukup pesat.
Septi menyebutkan, diawal usahanya itu, ia lebih berfokus pada produk kosmetik. Di antaranya seperti rempah mandi dan lulur.
"Sampai akhirnya kita terus berkembang ke minuman tradisional. Alhamdulillah untuk izin dari BPOM kita sudah punya untuk izin produksi kosmetik dan izin produksi obat tradisional," ujarnya dikanal Youtube DNTrust.
Alumni Universitas Gadjah Mada ini menyebutkan, ide produk yang ada di Sekar Jawi lahir dari permintaan pasar. Di mana saat puncak pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang beralih menggunakan produk herbal karena dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Sejak itu, dari yang awalnya memproduksi kosmetik, Sekar Jawi mulai merambah untuk menciptakan produk minuman herbal tradisional.
"Untuk pemasarannya, kita ada di ritel modern untuk yang offline. Sementara untuk onlinenya, kita ada di beberapa marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak," jelasnya.
Baca juga: Irfan Suaqi Beik : Ekonomi Syariah Perlu Tumbuh Secara EksponensialMelalui berbagai produk tradisionalnya itu, Septi bercita-cita agar bisa melestarikan budaya orang Indonesia. Di mana banyak peninggalan catatan sejarah terkait ramuan jamu kuno.
Walaupun ia mengaku cukup sulit bersaing dengan produk impor, tapi tekadnya kuat untuk bisa menghadirkan produk yang dicintai di tengah masyarakat.
"Kita sedang menuju kepada kosmetik tradisional agar bisa digemari oleh generasi milenial. Sebab, dari bahan lokal pastinya sesuai dengan keadaan masyarakat," jelasnya.
(zul)