Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home wisata halal detail berita

Ini 3 Makanan Tradisional dari Jabung Lampung Timur

hasanah syakim Jum'at, 12 November 2021 - 18:02 WIB
Ini 3 Makanan Tradisional dari Jabung Lampung Timur
Seruit merupakan makanan khas Jabung berbahan dasar ikan. (foto: instagram/ henipuspita29)
LANGIT7.ID, Jakarta - Jabung, salah satu kecamatan di kabupaten Lampung Timur, provinsi Bandar Lampung. Jabung memiliki banyak warisan budaya salah satunya yaitu makanan yang disajikan secara turun-temurun.

Saat Sahabat Langit7 berkesempatan untuk berkunjung ke sana, cobalah untuk kulineran makanan-makanan khas di sana, karena akan terasa kurang jika Sahabat Langit7 tidak mencoba makanan unik dari Jabung.

Berikut 3 makanan tradisional Jabung Lampung Timur:

1. Rabal

Sebenarnya bahan utama dari masakan ini yaitu ayam dan santan kelapa. Penampakannnya mirip dengan gulai. Namun, rasa dan proses pembuatannya tentu berbeda.

Umumnya, Rabal adalah hidangan yang dibuat dari daging ayam atau kambing. Namun seringnya orang-orang memasak memakai daging ayam. Selain enak, ayam juga memiliki harga lebih terjangkau dibanding kambing.

Dengan cara di bakar, ayam yang sudah di bumbui akan di bakar di atas bara api, kemudian daging ayam yang sudah matang akan disuir-suir.

Langkah selanjutnya setelah membakar ayam yaitu membuat kuah santannya. Disinilah letak perbedaan dan keunikannya, pembuatan kuah santan ini tanpa proses pemasakan.

Kelapa yang sudah di parut akan dicampur dengan air hangat, kemudian diperas. Setelah menjadi santan, kemudian santan tersebut diberi bumbu dan rempah. Terdapat dua versi dalam pemberian bumbu dan rempah terdiri dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, kencur, kemiri, dan lada.

Sebagaian ada yang menumis bumbu dan tempah terlebih dahulu baru kemudian dicampur bersama santan hangat, sebagaian ada yang langsung memasukannya tanpa ditumis dahulu. Tentu, ini tergantung selera.

Setelah bumbu dan rempah telah tercampur dengan santan, langkah selanjutnya adalah dengan memasukan potongan buah belimbing wuluh ke dalam santan, potongan buah belimbing ini dimaksudkan untuk menambahkan rasa asam, sehingga kuah santan akan terasa pas.

Setelah kuah santan sudah siap, maka langkah selanjutnya dengan memasukan suiran ayam secukupnya ke dalam piring dan diguyur dengan kuah santan.

Baca juga: Pakar: Pangan Lokal Bisa Jadi Bahan Makanan Berkelanjutan Masa Depan

2. Seruit

Makanan ini sering dihidangkan saat acara keluarga, pernikahan, acara adat ataupun acara keagamaan. Makanan seruit berbahan dasar ikan ini, cara pengolahan ikannya dengan dibakar, setelah ikan dibakar akan diberi bumbu sambal terasi.

Ikan yang digunakan untuk Seruit umumnya ikan air tawar. Ikan yang sering digunakan seperti ikan baung, ikan balide, ikan lais, ikan mas dan lainnya. Seriut memiliki cita rasa yang unik, terasa asam, asin serta pedas.

3. Sekubal

Tidak seperti rabal, sekubal jenis makanan sederhana yang banyak ditemui di Lampung. Ketan lapis penganan ini berbahan dasar ketan yang dikukus dengan santan dan dilapisi daun pisan atau daun kelapa.

Ketan yang sudah dikukus diletakan dalam wadah, kemudian disiram dengan santan dan beri sedikit garam, kukuslah hingga matang. Setelah dikukus cetak dengan cetakan ukuran 16 cm tebal 1 cm.

Setelah itu, bungkus dengan daun pisang lalu susun berlapis serta ikat dengan tali. Rebus selama 2 jam, lalu angkat tiriskan, dan hidangkan.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)